Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Tergerus Hujan, Jembatan Warisan Belanda di Sragen Ini Growong Berlubang

Ahmad Khairudin • Minggu, 18 Januari 2026 | 18:44 WIB
Jembatan Deas Srimulyo, Kecamatan Gondang berlubang setelah bagian bawahnya terkikis derasnya air sungai, Sabtu (17/1/2026). (Ahmad Khairudin/Radar Solo)
Jembatan Deas Srimulyo, Kecamatan Gondang berlubang setelah bagian bawahnya terkikis derasnya air sungai, Sabtu (17/1/2026). (Ahmad Khairudin/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Sragen dalam beberapa hari terakhir membawa dampak serius bagi infrastruktur.

Jembatan penghubung Kampung Asri dan Sambilandak di Desa Srimulyo, Kecamatan Gondang, Sragen ambrol, Sabtu (17/1/2026).

​Pantauan di lokasi menunjukkan kondisi jembatan sangat memprihatinkan. Meski dari jauh terlihat utuh, bagian bawah badan jalan sebenarnya telah terkikis habis oleh derasnya air.

Bagian tengah sudah berlubang dengan diameter hampir 2 meter. Yang tersisa kini hanyalah lapisan cor dan aspal tipis setebal kira-kira 15 sentimeter yang menggantung tanpa penyangga.

​Kepala Desa Srimulyo Tri Prasetyo Utomo mengungkapkan, kerusakan terdeteksi warga sesaat setelah waktu salat Jumat (16/1/2026).

Setelah dicek, ternyata tanah urug di bagian dalam bangunan jembatan sudah hanyut terbawa arus.

”Isinya tanah semua, dan itu sudah tergerus. Jadi di bawah itu sudah kosong, growong. Tinggal lapisan cor dan aspal saja, kira-kira tebalnya cuma 15 sentimeter,” ujar Tri Prasetyo, Minggu (18/1/2026).

Dia menyebut, ​jembatan yang berada di ruas jalan DPU Sambilandak–Tempel ini merupakan bangunan lawas peninggalan zaman Belanda.

Konstruksinya yang sudah uzur dengan model batu melengkung diduga tak kuat lagi menahan gerusan air di bagian fondasi dalam.

”Talut kanan-kiri sebenarnya masih utuh. Tapi karena ini bangunan lama, bagian dalamnya ternyata sudah jebol. Urugannya habis semua,” imbuhnya.

​Demi menghindari jatuhnya korban jiwa, pihak desa mengambil langkah tegas dengan menutup total akses jalan tersebut.

Tak hanya mobil, kendaraan roda dua pun dilarang keras melintas. Kekhawatiran muncul jika beban kendaraan akan langsung meruntuhkan sisa lapisan aspal yang menggantung. Kejadian ini sudah dilaporkan secara resmi ke DPU Kabupaten Sragen.

”Kabarnya, tim teknis dari DPU akan segera turun ke lapangan untuk melakukan survei dan menentukan langkah penanganan, apakah akan dilakukan perbaikan darurat atau pembangunan ulang,” tandasnya. (din/adi)

 

Editor : Adi Pras
#gondang #jembatan #sragen #bpbd