Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features

Alun-Alun Sragen hingga Poltas Akan Lebih Ramah Pejalan Kaki dengan Anggaran Rp 10 Miliar

Ahmad Khairudin • Jumat, 23 Januari 2026 | 16:42 WIB
Penataan kabel semrawut di Alun-Alun Sasana Langen Putra hingga Pos Lantas (Poltas) Kota di Jalan Raya Sukowati. (Ahmad Khairudin/Radar Solo)
Penataan kabel semrawut di Alun-Alun Sasana Langen Putra hingga Pos Lantas (Poltas) Kota di Jalan Raya Sukowati. (Ahmad Khairudin/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Pemerintah Kabupaten Sragen berencana mengubah wajah kawasan pusat kota menjadi lebih modern, ramah, dan manusiawi melalui proyek penataan pedestrian dan beautifikasi.

Sasaran dari Alun-Alun Sasana Langen Putra hingga Pos Lantas (Poltas) Kota di Jalan Raya Sukowati.

Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, Pertanahan, dan Tata Ruang (Disperkimtaru) Sragen Aris Wahyudi menjelaskan, proyek bernilai Rp 10 miliar ini difokuskan pada "beautifikasi" atau peningkatan estetika dan fungsi kawasan tersebut.

Anggaran tersebut dialokasikan untuk tahun 2026, setelah rencana awal Rp 15 miliar pada 2025 mengalami penyesuaian dan penundaan.

”Beautifikasi ini dari pedestrian dari alun-alun sampai Poltas Kota," ujar Aris Wahyudi.

Dia menyampaikan desain pedestrian yang direncanakan lebih inklusif dan humanis. Trotoar akan ditata tanpa ketinggian yang berlebih, sehingga lebih mudah diakses oleh anak-anak, lansia, dan penyandang disabilitas.

Selain itu, penataan mencakup juga pemasangan lampu penerangan yang lebih baik, mengatasi keluhan kawasan kota yang selama ini terasa cukup gelap di malam hari.

Selain itu juga penataan vegetasi atau pohon-pohon yang ada agar lebih rapi dan estetis. Serta Penyediaan kursi taman dan tempat duduk untuk masyarakat bisa bersantai, beristirahat, atau berinteraksi sosial.

"Ini tuntutan kota modern. Tempat tinggalnya hampir kecil, hampir enggak ada ruang terbuka. Nah, itu sekaligus kita sediakan ruang terbuka itu," tambah Aris.

Proyek ini diharapkan menciptakan ruang terbuka hijau (RTH) yang nyaman di tengah kota, sekaligus mendukung konsep kota yang lebih ramah pejalan kaki dan inklusif.

Penataan ini juga akan terintegrasi dengan rencana lain, seperti revitalisasi eks gedung Pemda lama menjadi RTH.

Dengan langkah ini, Sragen berupaya menghadirkan kawasan pusat kota yang lebih hidup, aman, dan menarik.

Hal itu sejalan dengan perkembangan daerah menuju kota modern di era sekarang. Pelaksanaan proyek ditargetkan berjalan pada 2026 ini. (din/adi)

Editor : Adi Pras
#sragen #Ruang Terbuka Hijau #alun-alun sragen