RADARSOLO.COM – Musibah kebakaran hebat melanda pemukiman warga di Sendang Sampir, Desa Kwangen, Kecamatan Gemolong, Sragen pada Sabtu (24/1/2026) malam.
Kobaran api yang muncul saat warga tengah terlelap tersebut menghanguskan dua unit rumah limasan dan satu rumah dapur milik Parno, 61.
Keheningan malam pecah sekitar pukul 03.00 WIB. Parno, yang saat itu sedang tertidur lelap, mendadak terjaga setelah mendengar suara gemuruh dan ledakan keras dari arah belakang rumahnya.
Betapa terkejutnya korban saat mendapati bagian belakang huniannya sudah diselimuti asap hitam pekat dan kobaran api yang membubung tinggi.
Material rumah yang didominasi kayu jati berkualitas membuat api dengan sangat cepat menjalar ke bangunan utama.
”Korban sempat berteriak meminta tolong dan membangunkan keluarga. Warga sekitar pun langsung berdatangan mencoba memadamkan api dengan alat seadanya sebelum bantuan dari tim pemadam kebakaran tiba,” ujar Kasi Humas AKP Polres Sragen Sigit Sudarsono mewakili Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari, Minggu (25/1/2026).
Mengingat besarnya kobaran api, sebanyak 11 unit mobil pemadam kebakaran (damkar) dikerahkan ke lokasi kejadian.
Personel gabungan dari Polsek Gemolong, koramil, relawan, dan warga bahu-membahu menjinakkan si jago merah.
Setelah perjuangan keras selama kurang lebih tiga jam, api akhirnya berhasil dipadamkan total pada pukul 06.00 WIB.
Meski tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, kerugian materiil yang dialami korban sangat besar.
Selain bangunan rumah limasan jati berukuran 8x12 meter yang ludes, sejumlah harta benda dan hewan ternak turut terpanggang.
Kerugian material tersebut di antaranya empat ekor sapi dan lima ekor kambing. Uang tunai Rp 20 juta dan empat buah sertifikat tanah, serta SK PNS milik korban. Selain itu ada alat elektronik seperti kulkas dan televisi.
”Total kerugian ditaksir mencapai Rp 300 juta,” jelasnya.
Berdasarkan hasil olah TKP yang dilakukan oleh Tim Inafis Polres Sragen dan unit identifikasi Polsek Gemolong, penyebab kebakaran dipastikan berasal dari gangguan kelistrikan.
”Dari hasil pemeriksaan di lapangan dan keterangan saksi-saksi, api dipicu oleh korsleting listrik yang berasal dari instalasi kabel di rumah bagian belakang,” bebernya.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk selalu mengecek kondisi instalasi listrik secara berkala, terutama pada bangunan kayu, guna mencegah kejadian serupa terulang kembali. (din/adi)
Editor : Adi Pras