Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Longsor Tergerus Sungai, Empat KK di Mondokan Sragen Terancam Kehilangan Rumah

Ahmad Khairudin • Rabu, 28 Januari 2026 | 15:39 WIB
Kondisi longsor di Desa Majenang, Kecamatan Mondokan akibat tergerus sungai, Rabu (28/1/2026). (Ahmad Khairudin/Radar Solo)
Kondisi longsor di Desa Majenang, Kecamatan Mondokan akibat tergerus sungai, Rabu (28/1/2026). (Ahmad Khairudin/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Musim penghujan di awal tahun kembali menyingkap kerentanan infrastruktur di wilayah Sragen.

Dua titik longsor hebat di Desa Majenang dan Desa Karanganom, Kecamatan Mondokan kini menjadi sorotan tajam.

Bukan sekadar fenomena alam biasa, longsor ini merupakan akumulasi erosi sungai yang kian ganas menghantam pemukiman warga.

Longsor terparah tercatat di Dukuh Karangbale, Desa Majenang dan Dukuh Pojok, Desa Karanganom.

Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Mondokan Sri Harjanto mengungkapkan, fenomena ini bukanlah hal baru. Namun eskalasinya meningkat drastis dalam sebulan terakhir akibat curah hujan tinggi.

Penyebab utamanya adalah perubahan dinamika aliran sungai. Pada titik-titik tikungan sungai, arus air yang deras tidak lagi mengikuti kelokan alami.

Melainkan menerjang lurus ke arah daratan milik warga. Setidaknya ada empat keluarga terancam longsor.

”Sungainya itu kan belok sebenarnya, tapi karena airnya kenceng meluap, arusnya menerjang ke depan. Tidak belok sesuai aliran, tapi menerjang tanah milik warga,” ujar Sri Harjanto, Rabu (28/1/2026).

Dia menuturkan di Karangbale, longsoran skala besar terjadi secara bertahap namun pasti. Sementara di Dukuh Pojok, setidaknya tiga rumah warga kini berada dalam posisi terancam roboh.

Luapan air dari hulu Dawung yang mengalir menuju Bengawan Solo ini terus menggerus fondasi kehidupan warga di sepanjang alirannya.

Meski pihak Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) dan BPBD telah bergerak selama satu bulan terakhir dengan menurunkan alat berat ke Karangbale, tantangan di lapangan sangat berat.

Kondisi tanah yang basah menyebabkan munculnya sumber air dari bawah tanah, yang mempersulit stabilisasi lereng.

Dia menuturkan langkah penanganan saat ini dengan mengembalikan alur air agar tidak menghantam tebing.

Kemudian pemasangan patok dan tanggul sebagai langkah darurat untuk menahan laju longsor.

”Fokus utama saat ini adalah memastikan rumah warga tidak ikut ambruk ke sungai,” tandasnya. (din/adi)

Editor : Adi Pras
#bbwsbs #balai besar wilayah sungai bengawan solo #sragen #mondokan #longsor #bpbd