RADARSOLO.COM – Niat hati ingin senang-senang, apa daya raga justru bertemu ajal. Sebuah kencan singkat di hotel melati di Kota Sragen, berubah menjadi duka lara pada Senin (2/2/2026) siang.
SY, pria 57 tahun asal Kelurahan Sine, Kecamatan Sragen ditemukan meninggal di kamar hotel setelah diduga mengonsumsi obat kuat.
Drama bermula saat jarum jam menunjukkan pukul 12.30 WIB. Dengan mengendarai Honda Scoopy abu-abu, SY datang bersama teman wanitanya, RI, 51.
Keduanya lantas memesan kamar di lantai 2 hotel yang terletak di Jalan Ringroad Utara tersebut.
Baru saja melepas lelah, RI pamit sejenak untuk menyetorkan uang koperasi. Sebelum melangkah keluar, SY sempat berpesan kepada RI agar tidak pergi terlalu lama.
Namun permintaan itu rupanya menjadi kalimat terakhir korban. Sekitar pukul 14.30 WIB, RI kembali ke hotel. Namun, bukannya sambutan hangat yang didapat, ia justru menemukan SY sudah dalam posisi terkapar.
Kepanikan pecah. RI lari keluar kamar sambil menangis histeris, membuat karyawan hotel bergegas mengecek lokasi. Sayang, saat diperiksa, nadi sang buruh tani itu sudah tak lagi berdenyut.
Aparat kepolisian dari Polsek Ngrampal bersama Unit Identifikasi Polres Sragen yang tiba di lokasi langsung melakukan penggeledahan.
Di antara tumpukan barang pribadi korban, polisi menemukan sebuah benda yang diduga kuat menjadi pemicu petaka, yakni satu bungkus obat kuat merk "Semalam di Madura".
Diduga, SY ingin memastikan "performa" maksimal saat RI kembali nanti. Namun, kandungan suplemen tersebut tampaknya beradu keras dengan kondisi fisik SY.
Menurut keluarganya, SY memiliki riwayat kolesterol tinggi dan asam urat. Alih-alih mendapatkan malam panjang ala Madura, jantung SY justru memilih berhenti beroperasi lebih awal.
”Tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Namun, di TKP ditemukan bungkus obat kuat. Kuat dugaan korban mengalami serangan jantung mendadak akibat efek suplemen tersebut,” ungkap Kapolsek Ngrampal Iptu Tri Edy mewakili Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari.
Selain bungkus obat sakti tersebut, polisi juga mengamankan beberapa barang bukti lainnya. Mulai dari dua butir permen penyegar napas, kartu vaksin booster, hingga slip angsuran koperasi milik teman wanitanya.
Uang tunai senilai Rp 165 ribu juga ditemukan masih utuh di saku korban. Meski terkejut dengan lokasi dan kronologi kejadian, keluarga SY memilih untuk legawa.
Mereka menolak dilakukan autopsi dan menyadari bahwa kondisi kesehatan korban memang sudah lama tidak prima.
Sore ini juga, jenazah SY diserahkan kepada keluarga untuk langsung dibawa ke rumah duka di Sine. (din/adi)
Editor : Adi Pras