RADARSOLO.COM – Puluhan perwakilan amil dari 35 kabupaten/kota berkumpul dalam Rapat Koordinasi Khusus (Rakorsus) Lazismu se-Jawa Tengah 2026 Pendopo Sumonegaran, Sragen, Sabtu (7/2/2026).
Bukan sekadar konsolidasi rutin, pertemuan ini dipaparkan rencana masjid menjadi pusat ekonomi melalui jaringan koperasi ritel. Gebrakan ini menjadi sorotan utama dalam rakorsus kali ini.
Bendahara Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah Sofyan Anif menjelaskan, masjid tidak boleh hanya menjadi tempat ibadah ritual, tetapi harus bertransformasi menjadi pilar kesejahteraan jemaah.
”Kementerian Koperasi akan memberikan subsidi antara Rp 300 juta hingga Rp 750 juta untuk membangun ritel di masjid. Syaratnya satu, masjid tersebut harus membentuk koperasi dan memiliki izin resmi,” ujar Sofyan Anif.
Mantan Rektor UMS ini menjelaskan, dana tersebut bukan untuk simpan pinjam yang berisiko, melainkan murni untuk modal usaha ritel.
Harapannya, keuntungan dari usaha ini akan kembali ke jamaah dalam bentuk peningkatan pendapatan.
”Jika ekonomi jamaah terangkat, maka kemampuan mereka membayar zakat juga naik. Inilah ekosistem yang ingin kita bangun,” tambahnya.
Langkah ini rupanya selaras dengan visi Bupati Sragen Sigit Pamungkas. Sebagai tuan rumah, Sigit tidak hanya bangga karena Lazismu Sragen menjadi yang terbesar di Jawa Tengah dengan target perolehan Rp 30 miliar, tetapi ia juga mendorong konsep 'Masjid Berdaya'.
”Tempat ibadah belum sepenuhnya menjadi pusat kemakmuran jamaah. Saya bersama Ketua PDM Sragen mendeklarasikan Masjid Berdaya, yakni masjid yang mampu menghasilkan biaya operasionalnya sendiri sekaligus menghidupi jemaahnya melalui amal usaha mandiri,” tegas Sigit.
Sigit menambahkan, berbagai program pengentasan kemiskinan di Sragen yang melibatkan peran Muhammadiyah, mulai dari renovasi rumah tidak layak huni (RTLH) bagi penyandang disabilitas hingga pelatihan kerja luar negeri gratis bagi warga miskin.
”Zakat itu berdampak jika mampu mengangkat problem paling fundamental umat,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Badan Pengurus Lazismu Jateng, Dwi Swasana Ramadhan mematok target tinggi menjelang Ramadan dan Idul Adha 2026.
”Target kami untuk Ramadan mencapai Rp 95 miliar dan Kurban Rp 97 miliar,” jelasnya.
Rakorsus yang berlangsung selama dua hari Sabtu-Minggu (7–8/2/2026) ini diharapkan menjadi titik tolak bagi Lazismu se-Jateng untuk lebih suportif terhadap dakwah ekonomi yang nyata, menjadikan masjid bukan hanya sebagai menara gading, tapi sebagai lumbung pangan dan kesejahteraan bagi umat. (din/adi)
Editor : Adi Pras