Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Jalur Pedestrian di Kota Sragen Bakal Tersambung dan Lebih Panjang

Ahmad Khairudin • Rabu, 18 Februari 2026 | 19:45 WIB
Proyek jogging track di Taman Sukowati Kota Sragen rampung. (Ahmad Khairudin/Radar Solo)
Proyek jogging track di Taman Sukowati Kota Sragen rampung. (Ahmad Khairudin/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Fasilitas modern di kompleks Pemda Terpadu Sragen terus diupayakan untuk terwujud. Termasuk mendukung akses pejalan kaki agar lebih nyaman.

Rencananya akses pedestrian akan diperpanjang hingga Mal Pelayanan Publik (MPP) pada 2027.

Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Sragen, Andreas Setyowibowo merinci sejumlah pembaruan signifikan pada pembangunan tahap III.

Seperti sudah rampung ikon daerah dengan berdirinya patung Manusia Purba sebagai simbol identitas sejarah Sragen.

Lantas pemerintah daerah sudah berhasil menyediakan toilet ramah disabilitas yang telah dilengkapi dengan teknologi stairlift.

Kemudian mendukung kenyamanan pejalan kaki, pembangunan trotoar modern sepanjang 100 meter serta penambahan vegetasi hijau untuk memperasri lingkungan sudah tercapai.

”Fokus mendatang konektivitas jalur pedestrian. Rencana pembangunan ke depan adalah peningkatan fasilitas bagi pejalan kaki. Menghubungkan titik dari mal pelayanan publik (MPP) hingga perempatan ring road. Diusulkan masuk dalam tahun anggaran 2027,” jelasnya.

Andreas membocorkan rencana strategis jangka panjang berupa penyambungan jalur pedestrian yang terintegrasi.

Proyek ini diproyeksikan bertujuan menciptakan kawasan perkotaan yang lebih tertata, aman bagi pejalan kaki, dan mendukung mobilisasi warga yang lebih sehat.

”Fasilitas ini milik bersama karena dibangun dari keringat rakyat. Mari kita jaga agar tetap awet dan bisa dimanfaatkan dalam jangka panjang,” pungkas Andreas.

Sementara, Bupati Sragen Sigit Pamungkas menegaskan Pemkab Sragen memastikan bahwa aliran pajak rakyat akan terus dikonversi menjadi infrastruktur yang memanusiakan warga.

Komitmen Pemerintah Kabupaten Sragen dalam mentransparansi penggunaan anggaran daerah.

Selesannya renovasi Gedung Sasana Manggala Sukowati (SMS) dan Gedung Pemda Terpadu Tahap III menjadi bukti nyata bagaimana setiap rupiah dari pajak masyarakat dikonversi menjadi fasilitas yang mumpuni.

Bupati menyatakan pelibatan masyarakat dalam peresmian fasilitas ini adalah bentuk pengakuan bahwa rakyat adalah pemilik sah dari aset-aset pembangunan tersebut.

”Semua pembangunan ini berasal dari pajak yang dibayarkan masyarakat. Manfaatnya harus kembali ke rakyat, dan sudah sepatutnya yang meresmikan juga rakyat,” tegas Bupati Sigit.

Bupati menekankan pembangunan fisik ini digarap dengan serius untuk memberikan dampak sosial-ekonomi yang nyata.

Gedung SMS kini hadir dengan struktur yang lebih kokoh dan estetika yang lebih modern (representatif).

Dia mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas tersebut secara produktif, mulai dari kegiatan seni budaya, olahraga, hingga hajatan warga.

Tujuannya agar perputaran ekonomi dari aktivitas di gedung-gedung tersebut dapat dirasakan langsung oleh masyarakat Sragen. (din/adi)

Editor : Adi Pras
#Mal Pelayanan Publik #pemda terpadu Sragen #Bupati Sragen Sigit Pamungkas #sragen #mpp #manusia purba #pedestrian #DPU