RADARSOLO.COM – Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Sragen sejak Selasa malam (17/2/2026) membawa petaka di Kecamatan Plupuh.
Akibat debit air sungai yang meningkat tajam, empat rumah warga di Dukuh Karanggaleng, Desa Karungan, Plupuh kini berada di bibir jurang setelah tanah pekarangan mereka amblas tergerus longsor.
Kejadian Rabu dini hari (18/2/2026) sekitar pukul 03.00 WIB itu sempat mengejutkan warga.
Meskipun tidak ada korban jiwa, total kerugian materiil ditaksir mencapai Rp 55 juta.
Tak hanya tanah pekarangan, sebuah kandang sapi milik warga juga dilaporkan mengalami kerusakan sedang.
Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sragen, Triyono Putro menyatakan, longsor dipicu oleh gerusan air sungai anak Bengawan Solo yang meluap.
"Hujan durasi lama membuat debit sungai tinggi. Tanah di sekitar lokasi terkikis sedikit demi sedikit hingga akhirnya terjadi longsor yang cukup luas pada dini hari," ungkapnya, Kamis (19/2/2026).
Dampak paling signifikan dirasakan oleh keluarga Suroto, 48. Fondasi rumahnya kini hanya berjarak satu meter dari titik longsor sedalam tiga meter.
Kondisi serupa dialami oleh Suwanto, 39, di mana kandang sapi berukuran 8 x 12 meter miliknya mengalami ambrol pada bagian dinding dan fondasi belakang.
"Saat ini pemilik rumah diselimuti kekhawatiran, terutama jika hujan kembali turun dengan deras. Kami sudah menginstruksikan tim TRC untuk melakukan asesmen cepat di lokasi," tambah Triyono.
Data dari BPBD Sragen mencatat sebanyak 4 KK dengan total 11 jiwa terdampak langsung oleh musibah ini.
Baca Juga: Jalur Pedestrian di Kota Sragen Bakal Tersambung dan Lebih Panjang
Selain rumah Suroto dan Suwanto, lahan milik Semi, 78, dan Saminah, 66, juga ikut tergerus dengan dimensi longsor yang bervariasi antara 5 hingga 12 meter.
Hingga berita ini diturunkan, personel gabungan dari BPBD, TNI, Polri, serta relawan setempat telah bersiaga di lokasi.
Langkah koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) dan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) tengah diupayakan untuk penanganan darurat guna mengantisipasi longsor susulan.
BPBD juga mengeluarkan imbauan keras kepada warga di bantaran sungai agar tetap waspada.
"Kami minta warga segera mengungsi atau meninggalkan rumah sementara jika terjadi hujan deras dengan durasi lama. Keselamatan jiwa adalah prioritas utama," tegasnya. (din/adi)
Editor : Adi Pras