Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Hujan Deras dan Angin Kencang Robohkan Rumah Petani di Mondokan Sragen, Penghuni Nyaris Tertimbun

Ahmad Khairudin • Senin, 23 Februari 2026 | 08:44 WIB

Rumah di Pengkolrejo, Desa Tempelrejo, Kecamatan Mondokan, Sragen, roboh rata dengan tanah setelah diterjang hujan deras disertai angin kencang, Sabtu malam (21/2/2026). (Ahmad Khairudin/Radar Solo)
Rumah di Pengkolrejo, Desa Tempelrejo, Kecamatan Mondokan, Sragen, roboh rata dengan tanah setelah diterjang hujan deras disertai angin kencang, Sabtu malam (21/2/2026). (Ahmad Khairudin/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Cuaca ekstrem kembali menimbulkan kerugian materiil di wilayah Bumi Sukowati.

Sebuah rumah milik seorang petani, Suyanto, 61, di Dukuh Pengkolrejo, Desa Tempelrejo, Kecamatan Mondokan, Sragen, roboh rata dengan tanah setelah diterjang hujan deras disertai angin kencang pada Sabtu malam (21/2/2026).

Detik-detik mencekam saat makan malam. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 19.30 WIB.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, saat itu Suyanto sedang menikmati makan malam bersama istrinya, Suyati, 51, di dalam rumah.

Suasana hangat makan malam seketika berubah menjadi mencekam ketika suara gemuruh air hujan di atap berganti dengan bunyi "kretek-kretek" dari kayu penyangga rumah.

Lantas pemilik rumah segera bereaksi dan menyelamatkan diri. Tak lama rumah tersebut roboh.

Tak berselang lama setelah mereka berhasil keluar, bangunan rumah yang kondisinya memang sudah mulai rapuh tersebut langsung ambruk akibat tak kuasa menahan terpaan angin dan beban air hujan.

Mendapat laporan dari warga, lantas Kepala Desa Tempelrejo Agung Dwi Harjanto bersama jajaran Polsek Mondokan langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian.

Bersama tim BPBD Sragen dan dibantu warga sekitar, petugas segera melakukan olah TKP dan mengevakuasi sisa-sisa reruntuhan bangunan.

"Korban dan saksi sedang makan malam, tiba-tiba terdengar suara kayu patah dan gemuruh dari struktur rumah. Menyadari bahaya mengancam, keduanya langsung lari keluar menuju rumah anaknya yang berada tepat di sebelah," ungkap Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari berdasarkan laporan yang diterima.

Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam insiden ini. Namun, kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp 15 Juta.

Hingga berita ini diturunkan, puing-puing rumah kayu tersebut telah berhasil dibersihkan secara gotong royong oleh warga setempat bersama petugas kepolisian dan BPBD.

Kapolres Sragen mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap waspada terhadap cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi, terutama bagi warga yang memiliki bangunan rumah dengan struktur kayu yang sudah tua atau rapuh. (din/adi)

Editor : Adi Pras
#sragen #mondokan #cuaca ekstrem #Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari