RADARSOLO.COM – Kecelakaan maut yang melibatkan kereta api kembali terjadi di wilayah Kabupaten Sragen, tepatnya di perlintasan kereta api Dukuh Soko, Desa Doyong, Kecamatan Miri, Sragen.
Seorang wanita tanpa identitas yang diduga orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dilaporkan meninggal dunia setelah tertemper KA 269A Matarmaja relasi Malang-Pasarsenen pada Selasa (24/2/2026) sore.
Peristiwa tragis ini terjadi sekitar pukul 14.53 WIB di kilometer 84+4 petak jalan antara Salem-Sumberlawang.
Call Center PSC 119 Sukowati Sragen menerima laporan dari Polsuska KAI pada pukul 15.38 WIB dan segera mengerahkan tim gabungan dari Puskesmas Miri serta relawan untuk melakukan evakuasi.
Kondisi korban saat ditemukan sangat memprihatinkan dengan luka berat pada bagian kepala dan beberapa titik patah tulang.
Jenazah korban kini telah dievakuasi ke Instalasi Forensik RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen menggunakan armada ambulans LazisNu Gemolong untuk proses identifikasi.
Hingga saat ini, identitas korban belum diketahui. Berdasarkan hasil asesmen di lapangan, ciri-ciri korba berusia kurang lebih 50 tahun.
Perempuan, rambut hitam sebahu memakai daster biru tua motif daun, dibalut mantol plastik warna hijau stabilo.
Menanggapi kejadian ini, Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta Feni Novida Saragih menyatakan keprihatinan yang mendalam.
Pihaknya menegaskan bahwa seluruh awak dan penumpang KA Matarmaja dalam kondisi selamat, namun pihak KAI menyayangkan adanya aktivitas warga di jalur kereta api yang seharusnya steril.
“KAI Daop 6 Yogyakarta sangat menyayangkan kejadian ini. Jalur KA merupakan area steril yang hanya diperuntukkan bagi perjalanan kereta. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak beraktivitas di jalur KA, termasuk tidak membuat perlintasan liar demi keselamatan bersama,” ujar Feni dalam siaran pers resminya.
Baca Juga: Lima Spot Ngopi Menarik di Karanganyar dengan Panorama Alam Menawan
Feni juga mengingatkan masyarakat agar senantiasa disiplin mematuhi rambu-rambu, terutama saat menunggu waktu berbuka puasa (ngabuburit), agar tidak berada di sekitar rel yang berisiko tinggi. (din/adi)
Editor : Adi Pras