Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Viral Telur dan Buah Mentah di Paket MBG Sragen, Pengelola Dapur Buka Suara: Budget Rp8 Ribu untuk Menu Kering Bikin Pening

Ahmad Khairudin • Rabu, 25 Februari 2026 | 13:48 WIB

Variasi menu "kering" untuk MBG Sragen selama Ramadhan yang dinilai membosankan.
Variasi menu "kering" untuk MBG Sragen selama Ramadhan yang dinilai membosankan.

RADARSOLO.COM-Di bulan Ramadhan, menu makan bergizi gratis (MBG) tetap dibagikan. Termasuk di Sragen.

Namun, muncul beragam keluhan masyarakat. Mulai dari variasi menu "kering" yang dinilai membosankan,'

Hingga menu telur rebus dan buah-buahan yang masih mentah saat dibawa pulang oleh siswa.

Dilema "Menu Kering" dan Keterbatasan Anggaran

Budiono Rahmadi, salah satu mitra penyedia tempat (dapur) MBG, tidak menampik adanya kendala teknis di lapangan.

Menurutnya, transisi dari makanan siap saji (makan di sekolah) menjadi paket "menu kering" untuk dibawa pulang berbuka puasa membawa kerumitan tersendiri.

"Memang menu kering itu agak merepotkan untuk disusun. Tim di dapur, mulai dari ahli gizi hingga bagian akuntansi, harus memutar otak lebih keras karena pilihannya sangat terbatas. Paling hanya berkisar roti dan buah," ungkap Budiono, Selasa (24/2/2026).

Persoalan ini semakin pelik karena ruang gerak finansial yang sangat terbatas.

Budiono membeberkan patokan anggaran MBG saat ini:

"Dengan nominal tersebut, pilihannya ya itu-itu saja. Intinya, kreativitas tim penyusun menu sedang diuji habis-habisan untuk mengatasi kejenuhan wali murid," imbuhnya.

Akar Masalah: Skala Raksasa vs Kapasitas UMKM

Terkait viralnya temuan telur dan buah yang belum matang, Budiono memberikan penjelasan logis yang sekaligus menjadi kritik terhadap sistem pengadaan saat ini.

Baca Juga: Jadwal MotoGP Thailand 2026: Debut Veda Ega Pratama, Pembalap Indonesia Siap Tampil, Marc Marquez Ogah Disebut Favorit

Masalah utamanya terletak pada instruksi pusat yang mewajibkan pelibatan UMKM lokal, sementara kapasitas infrastruktur mereka belum memadai untuk pesanan skala raksasa.

Berikut adalah beberapa kendala logistik yang dihadapi dapur MBG:

        "Kalau mau matang serentak, pesannya harus tiga hari sebelumnya untuk proses imbu                  (pemeraman). Kalau mendadak, pasti ada yang mentah," jelas Budiono.

Harus Main Aman

Menyikapi problematika ini, Budiono menyarankan agar seluruh pengelola dapur MBG lebih berhati-hati dalam memilih jenis protein dan buah selama bulan puasa.

Ia mendorong peningkatan porsi makanan yang minim risiko basi atau gagal matang, seperti susu.

"Ini bukan makanan siap saji yang langsung dimakan di tempat, melainkan dibawa pulang untuk buka puasa. Perlu kehati-hatian ekstra, istilahnya harus 'main aman' agar kualitas makanan tetap terjaga sampai ke tangan siswa," pungkasnya. (din)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#telur mentah #viral #Mbg #sragen #umkm #dapur #menu kering mbg ramadhan #buah mentah