Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Desa Wisata Rintisan di Sragen Hadapi Tantangan Berat Naik Kelas, dari Infrastruktur hingga SDM Harus Mumpuni

Ahmad Khairudin • Kamis, 26 Februari 2026 | 19:10 WIB

Potensi desa wisata Pasar Bahulak di Desa Karungan, Kecamatan Plupuh, Sragen. (Ahmad Khairudin/Radar Solo)
Potensi desa wisata Pasar Bahulak di Desa Karungan, Kecamatan Plupuh, Sragen. (Ahmad Khairudin/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Kabupaten Sragen terus menggali dan memoles potensi pariwisatanya agar lebih dikenal wisatawan.

Namun di balik upaya tersebut, terungkap fakta menarik. Seluruh desa wisata di wilayah Bumi Sukowati masih menyandang status Desa Wisata Rintisan.

”Semua desa wisata di Sragen masih kategori rintisan. Karena kita masih di tahap awal dan belum memenuhi persyaratan untuk naik ke desa wisata berkembang,” ujar Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Sragen Yusep Wahyudi, Kamis (26/2/2026).

Menurutnya, proses peningkatan status dari rintisan menjadi berkembang, maju, hingga mandiri tidaklah mudah.

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) memiliki checklist ketat yang mencakup berbagai aspek.

Mulai dari infrastruktur, aksesibilitas, atraksi, akomodasi, hingga manajemen sumber daya manusia yang profesional.

”Sebagus apa pun keindahan alam dan budayanya, jika pengelolaannya belum mumpuni, potensi itu sulit berkembang maksimal. Kami butuh waktu untuk belajar dan berproses secara bertahap,” tambah Yusep.

Beberapa fokus utama pengembangan ke depan meliputi penguatan atraksi, yakni menambah dan mengoptimalkan atraksi budaya serta potensi alam yang ada.

Kemudian fasilitas penunjang dengan pengembangan homestay yang nyaman dan layak bagi wisatawan.

Selain itu juga mempersiapkan manajemen profesional sssuai pengelolaan destinasi sesuai standar pariwisata modern.

Meski demikian, ada satu destinasi yang dinilai paling progresif di antara yang lain. Yusep menyebut Desa Wisata Pasar Bahulak mendapat catatan khusus.

Karena sudah mulai mengintegrasikan atraksi budaya, nuansa alam, dan manajemen yang lebih tertata.

Pasar tradisional tempo dulu ini menjadi pionir dalam memenuhi kriteria menuju tahap berkembang.

Saat ini, Pemkab Sragen memprioritaskan pengembangan pada tujuh desa wisata rintisan.

Di antaranya Desa Wisata Sangiran, Desa Wisata Pasar Bahulak, Desa Wisata Siwur Emas, Desa Wisata Batik Kliwonan, Desa Wisata Dewi Sukorejo, Desa Wisata Jatibatur dan Desa Wisata Bukur Emas atau Bukuran.

”Dengan kerja sama semua pihak, termasuk masyarakat dan pokdarwis, kami optimistis desa-desa wisata ini bisa naik kelas. Sragen punya potensi besar, tinggal kita poles bersama agar jadi destinasi unggulan," pungkas Yusep.

Upaya ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kunjungan wisatawan, tapi juga mendongkrak ekonomi masyarakat desa secara berkelanjutan. (din/adi)

 

Editor : Adi Pras
#Pasar Bahulak #kemenparekraf #desa wisata #sragen #homestay