RADARSOLO.COM – Kabupaten Sragen kembali diuji oleh fenomena hidrometeorologi. Dalam kurun waktu kurang dari 12 jam, rentetan bencana mulai dari terjangan angin kencang hingga luapan anak sungai Bengawan Solo mengepung Bumi Sukowati sejak Rabu sore (4/3/2026) hingga Kamis dini hari (5/3/2026).
Data yang dihimpun dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sragen mencatat, kerusakan paling masif terjadi di empat kecamatan akibat amuk angin yang menyertai hujan deras sekitar pukul 15.00 WIB.
Di Kecamatan Tanon, sebuah rumah milik Wagimin, 70, di Desa Sambiduwur, rata dengan tanah.
Beruntung, kakek tersebut selamat karena rumah dalam kondisi kosong akibat struktur bangunan yang memang sudah mulai lapuk.
Nasib serupa dialami Kemis, 38, warga Desa Cangkol, Kecamatan Plupuh. Atap galvalum rumahnya terbang disapu angin.
Kini, Kemis bersama istri dan dua anaknya harus rela menumpang di rumah kerabat karena tempat tinggal mereka tak lagi memiliki atap.
Belum usai penanganan pohon tumbang, sekitar pukul 20.00 WIB, giliran debit air anak sungai DAS Bengawan Solo yang mengamuk.
Hujan kiriman dari wilayah hulu memicu banjir luapan di lima kecamatan.
Kecamatan Ngrampal menjadi titik terparah.
Di Desa Bener saja, sebanyak 83 rumah terendam air dengan ketinggian hingga 50 sentimeter. Sebanyak 283 jiwa terdampak langsung oleh banjir luapan ini.
Akses jalan di beberapa titik seperti di Desa Pilangsari dan Kebonromo pun sempat lumpuh total karena tertutup genangan air.
Kepala Pelaksana Harian (Kalaksa) BPBD Sragen R. Triyono Putro menjelaskan bahwa tim reaksi cepat (TRC) bekerja nonstop sejak sore untuk melakukan evakuasi dan asesmen.
Baca Juga: Wajah Baru Terpilih di Pilkades PAW Tiga Desa di Sragen, Ini Daftar Namanya
"Total ada 20 pohon tumbang yang menutup akses jalan dan menimpa rumah. Untuk banjir, kami fokus pada pengamanan barang berharga warga dan memastikan jalur kelistrikan aman," tegas Triyono usai memimpin penanganan di lapangan.
Berdasarkan rekapitulasi sementara, total kerugian material akibat terjangan angin mencapai Rp 51,7 juta.
Angka ini belum termasuk kerusakan akibat banjir yang hingga dini hari tadi masih menyisakan lumpur di pemukiman warga.
"Kami himbau warga tetap waspada. Pangkas ranting pohon yang rimbun di dekat rumah. Cuaca ekstrem diprediksi masih akan terjadi dalam beberapa hari ke depan," pesan Triyono.
Hingga berita ini ditulis pada pukul 01.15 WIB, air mulai berangsur surut di beberapa titik.
Namun puluhan relawan dari PMI, TNI, Polri, hingga SAR gabungan masih bersiaga di lokasi untuk mengantisipasi banjir kiriman susulan.
Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari juga mengerahkan personel Polsek jajaran untuk membantu warga melakukan kerja bakti massal, terutama di wilayah Mondokan yang juga terdampak pohon tumbang pada Senin sebelumnya. (din/adi)
Data Bencana
* Kecamatan Terdampak Angin: Plupuh, Kalijambe, Tanon, Sragen Kota.
* Kecamatan Terdampak Banjir: Ngrampal, Sragen, Sidoharjo, Masaran, Sambungmacan.
* Kerusakan: 11 rumah rusak ringan, 1 rumah roboh, 20 pohon tumbang.
* Warga Terdampak: 84 KK (283 Jiwa).
* Total Kerugian sekitar Rp 51.700.000.