Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Serangan Jutaan Lalat di Tanon Sragen Dikeluhkan Warga, Tuding dari Kandang Ayam BUMDes

Ahmad Khairudin • Rabu, 11 Maret 2026 | 16:13 WIB

Jebakan lalat warga Dusun Tugu Mulyo, Desa Gading, Kecamatan Tanon, Sragen. (Ahmad Khairudin/Radar Solo)
Jebakan lalat warga Dusun Tugu Mulyo, Desa Gading, Kecamatan Tanon, Sragen. (Ahmad Khairudin/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Kesabaran warga Dusun Tugu Mulyo dan Dusun Camplangan, Desa Gading, Kecamatan Tanon, Sragen benar-benar berada di titik nadir.

Selama tiga bulan terakhir, mereka dipaksa hidup berdampingan dengan jutaan lalat yang menyerbu pemukiman. Warga mengancam akan melurug Kantor Kabupaten Sragen jika masalah ini tak segera tuntas.

Hendri Cahyono Saputra, 41, warga RT 10 mengungkapkan, serangan lalat tersebut dari kandang ayam petelur milik Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Gading.

Menurutnya, ribuan serangga tersebut telah melumpuhkan aktivitas ekonomi dan mengancam kesehatan.

”Makan jadi tidak higienis. Nasi, lauk, semua dikerubuti lalat. Kalau malam mau tidur, lampu harus mati total, kalau tidak lalat nempel di badan,” ujar Hendri, Rabu (11/3/2026).

Tak hanya soal perut, usaha jahitannya pun merugi karena kain-kain pesanan dipenuhi bintik hitam kotoran lalat.

Warung-warung makan di sekitar lokasi pun mulai ditinggalkan pelanggan yang merasa jijik. ​Warga meyakini serangan lalat ini muncul seiring beroperasinya kandang ayam petelur BUMDes yang dihuni sekitar 1.000 ekor ayam.

Mereka mencatat, meski sebelumnya ada kandang ayam potong, populasi lalat tidak pernah semeledak ini.

”Kami kasih tenggang waktu satu minggu. Kalau tidak ada perubahan, kami terpaksa melakukan aksi ke Sragen (kantor bupati). Pilihannya cuma dua, lalat dikendalikan atau kandang ditutup permanen,” tegas Hendri mewakili aspirasi 80 kepala keluarga (KK) yang terdampak.

Kepala Desa Gading Puryanto secara tegas membantah jika kandang milik BUMDes menjadi pemicu tunggal.

Menurutnya, ledakan populasi lalat dipicu oleh faktor alam, yakni musim buah dan tingginya curah hujan. Terlebih, di Desa Gading terdapat sedikitnya 10 titik kandang ayam milik warga lain.

”Lalat itu datang dari mana-mana. Warga ada yang menjadikan kandang BUMDes sebagai kambing hitam, padahal di Gading itu banyak kandang. Di kandang saya sendiri saja bersih, kalau sumbernya dari sana, harusnya di lokasi kandang yang paling banyak,” tegas Puryanto saat dikonfirmasi, Rabu (11/3/2026).

​Puryanto juga menekankan usaha ayam petelur ini adalah bagian dari program ketahanan pangan nasional untuk meningkatkan pendapatan asli desa (PAD).

Meski membantah tuduhan warga, pihaknya tetap melakukan langkah responsif dengan melakukan penyemprotan rutin setiap tiga hari sekali dan memastikan kotoran ayam langsung dibuang.

Meski pihak desa mengklaim populasi lalat sudah berkurang hingga 80 persen dalam dua hari terakhir, warga rupanya belum puas.

Mereka menilai langkah-langkah yang diambil selama ini hanya sebatas janji manis tanpa solusi permanen. ​Mediasi yang dilakukan di tingkat RT hingga Kecamatan Tanon dianggap jalan di tempat.

Kasi Trantib Kecamatan Tanon Lanjar mengonfirmasi pihaknya telah berkoordinasi dengan pemdes. Namun mengakui bahwa pelapor masih merasa belum puas dengan penanganan di lapangan. (din/adi)

Editor : Adi Pras
#bumdes #sragen #lalat #tanon