RADARSOLO.COM – Pintu gerbang Jawa Tengah sisi timur, Kabupaten Sragen, resmi menyatakan kesiapannya menyambut arus mudik Lebaran 2026.
Polres Sragen bersama unsur TNI dan Pemerintah Kabupaten telah mematangkan strategi pengamanan dalam Operasi Ketupat Candi 2026.
Kepastian itu ditegaskan Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari usai memimpin Apel Gelar Pasukan di Mapolres Sragen, Kamis (12/3/2026).
"Kami sudah berkoordinasi dengan seluruh jajaran Kapolres se-Solo Raya. Sinergi ini krusial untuk menyinkronkan cara bertindak (CB) di lapangan. Jika di wilayah tetangga terjadi penumpukan, kami siap melakukan perlambatan arus guna mengurai kepadatan," ujar Dewiana.
Sedangkan sesuai Surat Keputusan Bersama (SKB) pemerintah, aturan ketat diberlakukan bagi angkutan barang.
Mulai hari ini, Jumat (13/3/2026), kendaraan angkutan barang dengan tiga sumbu atau lebih dilarang melintas, baik di ruas jalan tol maupun jalan arteri.
Kapolres menegaskan, langkah ini diambil demi memprioritaskan kelancaran arus mudik masyarakat.
"Kami imbau pelaku usaha dan transporter untuk mematuhi aturan ini selama masa Operasi Ketupat," tegasnya.
Selain masalah lalu lintas, Kapolres menaruh atensi tinggi pada stabilitas keamanan.
Patroli rutin akan ditingkatkan di titik-titik rawan kejahatan konvensional, aksi premanisme, hingga balap liar.
Tak hanya itu, polisi juga membuka layanan penitipan kendaraan bermotor bagi warga yang meninggalkan rumah saat mudik.
"Kami minta warga mendata rumah kosong yang ditinggalkan. Layanan penitipan kendaraan juga kami siapkan di kantor kepolisian," tambahnya.
Mengantisipasi cuaca ekstrem yang diprediksi BMKG, tim tanggap bencana pun telah disiagakan untuk memitigasi risiko hidrometeorologi selama arus mudik berlangsung.
"Keberhasilan operasi ini adalah kolaborasi. Kami pastikan masyarakat mudah mengakses informasi layanan kepolisian maupun pos pengamanan sepanjang jalur mudik," tandas kapolres. (din/adi)
Editor : Adi Pras