RADARSOLO.COM – Kerinduan ratusan perantau asal Kabupaten Sragen untuk menginjakkan kaki di kampung halaman nyaris disambut drama cuaca.
Meski sempat diwarnai insiden robohnya tenda penyambutan akibat hujan angin, sebanyak 12 bus program Mudik Gratis Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen berhasil tiba dengan selamat di titik finis, Selasa (17/3/2026) malam.
Sebanyak 600 warga Sragen yang mengadu nasib di Jakarta dan sekitarnya tampak semringah saat turun dari bus.
Perjalanan panjang dari Taman Mini Indonesia Indah (TMII) sejak pukul 09.00 WIB itu terbayar lunas saat mereka melihat gerbang Kabupaten Sragen.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sragen R. Suparwoto mengungkapkan, perjalanan tahun ini tergolong lancar meski volume kendaraan di jalan tol mulai menunjukkan kepadatan.
"Alhamdulillah, perjalanan lumayan lancar. Rombongan berangkat sekitar jam 9.00 pagi dan sampai di Sragen kurang lebih pukul 19.00 WIB. Kami memang sengaja menjadwalkan kepulangan sebelum pemberlakuan sistem one way," ujar Suparwoto saat ditemui di sela penyambutan Senin (16/3/2026).
Namun, persiapan panitia di lapangan sempat diuji oleh alam. Rencana awal, para pemudik akan disambut di halaman Kantor Pemda Terpadu.
Fasilitas mulai dari kursi, sound system, hingga tenda atau kajang sudah berdiri tegak.
Malangnya, akibat hujan deras disertai angin kencang menerjang lokasi tersebut hingga merobohkan tenda-tenda yang telah disiapkan.
Beruntung, koordinasi cepat dilakukan. Dalam waktu singkat, lokasi penyambutan digeser ke Gedung Sasana Manggala Sukowati (SMS).
"Tadi memang ada insiden angin besar yang merobohkan tenda di halaman Pemda. Tapi alhamdulillah, dalam waktu 1,5 jam sebelum rombongan tiba, semua langsung kita geser ke Gedung SMS. Malah fasilitas di sini jauh lebih nyaman bagi warga," jelasnya.
Suparwoto menambahkan, pemilihan waktu mudik gratis ini memang sangat krusial.
Pasalnya, mulai tanggal 19 hingga 21 Maret, skema one way akan diberlakukan dari Jakarta menuju Semarang.
Jika terlambat sedikit saja, armada bus lokal yang dikerahkan dari Jawa Tengah menuju Jakarta akan kesulitan melakukan penjemputan.
"Mudik gratis ini harus terlaksana sebelum one way. Karena bus-bus ini mayoritas bus lokal yang harus menjemput ke Jakarta dulu baru kembali ke sini. Nanti arus balik juga sama, kita pantau situasi untuk jadwal tanggal 21 ke atas," imbuhnya.
Program mudik gratis Kabupaten Sragen ini merupakan bagian dari program serentak se-Jawa Tengah dengan total armada mencapai 350 bus.
Kehadiran 12 bus khusus Sragen ini diharapkan dapat menekan angka pemudik sepeda motor sekaligus memberikan rasa aman bagi warga perantauan. (din/adi)
Editor : Adi Pras