RADARSOLO.COM – Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Sragen tancap gas melakukan pemeliharaan infrastruktur jalan menjelang arus mudik Lebaran 2026.
Sebanyak 50 ruas jalan kabupaten menjadi sasaran utama perbaikan guna memastikan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.
Kabid Bina Marga DPU Sragen Aribowo Sulistyono mengungkapkan, eksekusi perbaikan jalan sudah mulai diintensifkan sejak awal Februari lalu.
Pihaknya menargetkan pengerjaan fisik di lapangan dapat rampung dalam waktu dekat, dengan fokus pada jalur-jalur utama yang menjadi akses vital masyarakat.
”Rabu atau Kamis besok kami jadwalkan selesai eksekusi jalan. Kami usahakan pengerjaan di ruas utama seperti Jalan Sukowati, Ringroad Selatan, Sumberlawang, hingga Gemolong sudah siap,” ujar Aribowo, Senin (17/3/2026).
Selain masalah lubang, DPU juga menaruh perhatian serius pada ruas jalan yang bergelombang dan sempit, khususnya di jalur penghubung antar-kecamatan.
Salah satu yang menjadi sorotan adalah ruas Gabugan–Sumberlawang. Meski merupakan jalur sibuk menuju akses tol, Aribowo memastikan pihaknya telah melakukan langkah penambalan di titik-titik yang masuk dalam kewenangan kabupaten.
”Untuk ruas Gabugan–Sumberlawang itu masuk jalan kabupaten, insyaallah sudah kami upayakan penambalan agar lebih aman dilalui,” tegasnya.
Terkait kerusakan di jalur provinsi maupun nasional, DPU Sragen terus menjalin koordinasi intensif dengan DPU provinsi maupun nasional.
Laporan warga mengenai kondisi jalan yang rusak di jalur nonkabupaten langsung diteruskan ke instansi terkait agar segera mendapatkan penanganan.
Tak hanya soal aspal, aspek keselamatan lain seperti penerangan jalan umum (PJU) juga menjadi perhatian.
Baca Juga: Terjatuh di SPBU Kacangan Sragen, Pemudik asal Kudus Dilarikan ke Puskesmas
Aribowo menyebut telah berkoordinasi dengan dinas perhubungan (dishub) untuk memperbaiki lampu jalan yang bermasalah, termasuk kendala teknis yang sempat terjadi di Jembatan Butuh.
Dengan pemeliharaan rutin termasuk di 50 ruas jalan ini, diharapkan para pemudik yang masuk ke wilayah Bumi Sukowati tidak lagi dihantui oleh lubang jalan maupun minimnya penerangan saat berkendara di malam hari. (din/adi)
Editor : Adi Pras