RADARSOLO.COM – Libur Lebaran 2026 di Kabupaten Sragen dipastikan lebih berwarna. Tak sekadar mudik dan sungkeman, para pelancong kini ditantang untuk membuktikan diri sebagai "Javamen Sejati".
Lewat Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Sragen, Pemkab resmi merilis program Passport Javamen guna mendongkrak geliat wisata lokal.
Program ini bukan sekadar jalan-jalan biasa. Wisatawan diajak berpetualang secara berantai melalui tiga destinasi ikonik untuk mengumpulkan stempel khusus.
Tujuannya mengawinkan potensi wisata pemerintah, desa wisata, hingga sektor swasta dalam satu ekosistem yang solid.
Kepala Disparpora Sragen Yusep Wahyudi menyebut program ini sebagai trigger untuk mengenalkan wajah Sragen secara utuh.
”Kami merangkul semua pihak, termasuk Asosiasi Biro Wisata Sragen (Abi Wisra). Lewat paspor ini, kita sinergikan semua potensi yang ada di Sragen,” ungkapnya, Rabu (25/3/2026).
Untuk ikut serta, lanjutnya, wisatawan cukup mengikuti rute wisata. Start di Museum Sangiran, pengunjung wajib masuk ke situs purbakala ini untuk mendapatkan buku paspor dan stempel pertama.
Kemudian pit stop di Pasar Bahulak wajib merasakan atmosfer tradisional dan area gamelan untuk mengantongi stempel kedua.
Kemudian finish di SIKK sebagai penutup, pelancong membeli produk lokal seperti batik atau suvenir khas Sragen demi mendapatkan stempel pamungkas.
Menariknya, Passport Javamen bukan sekadar kertas koleksi. Di dalamnya tersaji peta wisata digital yang mencakup seluruh objek di Sragen.
Mulai dari pemandian air panas Bayanan hingga daftar penginapan. Pemkab juga telah mengandeng sektor perhotelan untuk memberikan privilese bagi pemegang paspor.
Baca Juga: Jadi Titik Pertemuan Jalur Solo dan Jogja, Rest Area KM 487 B di Boyolali Rawan Penumpukan
”Kami sudah koordinasi dengan hotel-hotel seperti Front One. Pemegang paspor yang menyelesaikan tantangan bisa dapat fasilitas khusus, mulai dari diskon menginap hingga merchandise menarik,” tambah Yusep.
Informasi penting bagi wisatawan yakni biaya paspor gratis. Pasport tersedia di gerbang masuk Sangiran. Wisatawan tetap membayar tarif reguler di masing-masing destinasi.
Berlaku mulai masa libur Lebaran 2026. Yusep optimis tantangan ini bisa jadi opsi seru untuk mengisi waktu libur keluarga.
”Pintu utamanya di Sangiran. Silakan ambil paspornya dan nikmati petualangan menjadi Javamen,” tandas Yusep. (din/adi)
Editor : Adi Pras