RADARSOLO.COM – Kecepatan respons kepolisian dalam Operasi Ketupat Candi 2026 di wilayah Sragen tak lepas dari performa layanan hotline 110.
Sepanjang arus mudik Lebaran 1447 Hijriah, pusat komando ini mencatat total 87 panggilan masuk.
Dari seluruh aktivitas komunikasi tersebut, sebanyak 75 laporan atau 86,2 persen dinyatakan valid dan berhasil ditangani secara tuntas oleh petugas di lapangan.
Sementara 12 panggilan 13,8 persen tercatat sebagai panggilan tak terjawab atau misscall.
Pamapta Polres Sragen Ipda Dicky menegaskan, angka penanganan laporan yang mencapai lebih dari 80 persen ini menjadi indikator vital keberhasilan koordinasi taktis.
Baginya, layanan 110 bukan sekadar saluran telepon, melainkan instrumen pendeteksi dini yang memastikan setiap kendala pemudik terkonversi menjadi tindakan nyata dalam hitungan menit.
”Di balik data angka tersebut, terdapat dedikasi para operator yang bekerja demi menjamin kelancaran arus mudik di wilayah hukum Sragen,” terangnya, Kamis (26/3/2026).
Data laporan yang ditangan merentang dari aspek navigasi hingga kedaruratan medis.
Mayoritas aduan berasal dari pemudik yang kehilangan arah di jalur Sragen, disusul permintaan bantuan darurat teknis, serta penanganan kondisi psikologis pemudik yang mengalami kepanikan saat menempuh perjalanan jauh.
Sementara operator layanan Aiptu Suwarno mengaku efektivitas layanan ini masih terganjal oleh residu panggilan iseng yang masuk ke sistem.
”Suka duka tentu kami rasakan, mulai dari membantu pemudik yang tersesat, hingga menerima panggilan darurat dalam kondisi panik. Bagi kami, bisa membantu masyarakat adalah kebanggaan tersendiri. Terlebih kegiatan ini kita bisa sambil beribadah,” ungkapnya. (din/adi)
Editor : Adi Pras