Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Perkuat Sinergi dengan Pemerintah, Kagama Sragen Targetkan Tambah Kuota Bantuan RTLH Tahun Depan

Ahmad Khairudin • Jumat, 27 Maret 2026 | 19:24 WIB
Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) Cabang Sragen halalbihalal di Pendopo Kabupaten Sragen, Jumat (27/3/2026). (Ahmad Khairudin/Radar Solo)
Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) Cabang Sragen halalbihalal di Pendopo Kabupaten Sragen, Jumat (27/3/2026). (Ahmad Khairudin/Radar Solo)

 

RADARSOLO.COM – Semangat guyub rukun tak sekadar menjadi jargon bagi Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) Cabang Sragen.

Di momen Halalbihalal yang digelar di Pendopo Kabupaten Sragen, Jumat (27/3/2026), para alumni membantu pengentasan kemiskinan melalui program perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH).

​Meski penggalangan dana dilakukan dalam waktu singkat, Kagama Sragen berhasil menghimpun donasi yang langsung dikonversi menjadi bantuan fisik.

Sebanyak tiga unit RTLH di Desa Sambirambe, Kecamatan Kalijambe, kini tengah dipoles agar lebih layak huni.

Baca Juga: Lewat Aplikasi Lapor Bupati, Warga Sragen Bisa Sampaikan Aspirasi dan Keluhan

​Ketua Kagama Sragen Aris Wahyudi mengungkapkan, gerakan ini merupakan bentuk dukungan konkret terhadap program Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen.

Total dana sebesar Rp 30 juta disalurkan untuk tiga rumah, di mana masing-masing pemilik hunian mendapatkan bantuan Rp 10 juta.

”Kami berupaya standar dan nilainya mendekati program teknis yang ada di Pemda. Tujuannya satu,  membebaskan Kabupaten Sragen dari masalah RTLH,” ujar Aris saat ditemui di sela acara.

​Pemilihan Desa Sambirambe bukan tanpa alasan. Aris menjelaskan bahwa wilayah tersebut masuk dalam daftar 21 desa prioritas penanganan kemiskinan di Bumi Sukowati.

Baca Juga: Pendaki Gunung Lawu Cedera, Tim SAR Gabungan Lakukan Evakuasi via Candi Ceto Karanganyar

Meski nominal Rp 10 juta berada di bawah standar bantuan reguler pemerintah yang biasanya mencapai Rp 20 juta, Kagama memiliki strategi khusus.

”Kami memilih sasaran rumah yang masuk kategori prasejahtera namun memiliki potensi swadaya yang baik. Dengan stimulus Rp 10 juta ini, kami harap mereka bisa beranjak menjadi keluarga sejahtera. Ini baru awal, karena waktu woro-woro ke teman-teman kemarin hanya sebulan. Tahun depan, kami optimis jumlahnya bertambah,” imbuhnya.

​Aksi filantropi ini mendapat apresiasi tinggi dari Bupati Sragen Sigit Pamungkas. Dalam sambutannya, bupati menyebut kontribusi Kagama sangat terasa di berbagai lini pemerintahan, terutama di sektor kesehatan dan pelayanan publik.

”Banyak anggota Kagama yang mengabdi di Pemkab Sragen. Wujud nyatanya sangat bersemi, termasuk lewat bantuan RTLH ini. Apalagi, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sragen saat ini sudah di atas rata-rata nasional dan provinsi. Sinergi seperti inilah yang kita butuhkan agar kontribusi setiap sektor makin optimal,” tutur Bupati Sigit.

Baca Juga: 86,2 Persen Laporan Mudik di Polres Sragen Berhasil Tertangani

​Bupati menegaskan kontribusi hanya dari alumni senior, napas pengabdian UGM di Sragen juga diperkuat oleh kehadiran mahasiswa KKN UGM yang secara simultan ikut terjun membantu validasi dan penanganan RTLH di lapangan.

Dengan anggota mencapai 297 orang, Kagama Sragen kini bersiap meluaskan jangkauan bantuan ke wilayah lain di tahun mendatang. (din/adi)

Editor : Adi Pras
#rumah tidak layak huni #kagama #universitas gadjah mada #Bupati Sragen Sigit Pamungkas #UGM #sragen