Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Bidik Wisatawan Luar Daerah, Pelaku Wisata Sragen Dorong Pemkab Perkuat Promosi

Ahmad Khairudin • Minggu, 29 Maret 2026 | 18:20 WIB

 

Objek wisata New Kemukus di Waduk Kedung Ombo Sumberlawang jadi salah satu wisata andalan Kabupaten Sragen. (Ahmad Khairudin/Radar Solo)Objek wisata New Kemukus di Waduk Kedung Ombo Sumberlawang jadi salah satu wisata andalan Kabupaten Sragen. (Ahmad Khairudin/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Kabupaten Sragen menghadapi tantangan besar dalam upaya meningkatkan angka kunjungan wisatawan mancanegara maupun domestik.

Sebagai wilayah yang berhimpitan dengan kota-kota besar seperti Solo, Yogyakarta, dan Semarang, Sragen kerap kali hanya menjadi destinasi perlintasan tanpa menjadi tempat menginap (stay) bagi para pelancong.

Ketua Asosiasi Biro Wisata Sragen (Abiwisra) Ihsanudin mengungkapkan, keterbatasan akomodasi dan fasilitas pendukung yang belum selengkap kota tetangga menjadi alasan utama wisatawan lebih memilih menginap di luar Sragen.

”Ini tantangan nyata bagi kami pelaku perjalanan di home base Sragen. Banyak wisatawan punya agenda di sini, tapi menginapnya di Solo atau Jogja. Kami harus bersaing dengan kelengkapan fasilitas kota besar tersebut,” ujar Ihsan usai diskusi bersama Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Dispora) Sragen baru-baru ini.

Baca Juga: Sukses Dirikan 11 SPPG, Kapolres Sragen Sabet Satyalancana Wira Karya

Menyikapi hal tersebut, Ihsan menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah melalui dispora dengan pelaku industri kreatif.

Strategi yang diusung bukan lagi sekadar memamerkan objek wisata, melainkan mengemasnya dalam konsep something to see (sesuatu untuk dilihat), something to do (sesuatu untuk dilakukan), dan something to buy (sesuatu untuk dibeli).

Sragen sebenarnya telah memiliki modal kuat dengan tiga pilar destinasi utama seperti Museum Sangiran sebagai pusat edukasi dan sejarah.

Baca Juga: Kereta Kelinci Tabrak Pemotor di Bejen Karanganyar, Satu Orang Meninggal Dunia

Pasar Bahula jadi tempat wisatawan bisa beraktivitas langsung, seperti belajar gamelan serta Sentra Industri Kreatif (SIKK) dan pusat batik menjadi wadah belanja produk lokal unggulan (Buy).

”Tiga destinasi ini sudah mewakili aktivitas perjalanan wisata yang lengkap. Tinggal bagaimana pengemasannya agar menarik bagi travel agent luar daerah,” imbuhnya.

Salah satu poin krusial yang ditekankan Ihsan kepada pemerintah daerah adalah penguatan anggaran promosi yang lebih masif dan tepat sasaran.

Ia mengusulkan agar Dispora Sragen lebih aktif memfasilitasi kegiatan table top dan familiarization trip (famtrip).

Baca Juga: Masjid Mujahidin Sambungmacan Sragen, Saksi Bisu Perlawanan Diponegoro

Table top merupakan ajang pertemuan bisnis (B2B) di mana pelaku wisata Sragen dapat mempromosikan paket-paket wisata langsung kepada ratusan biro perjalanan dari berbagai provinsi di Indonesia.

”Kita perlu mengundang travel agent se-Indonesia. Namun, lebih efektif lagi jika dibarengi dengan Famtrip. Mereka diajak langsung merasakan sensasi perjalanan di Sangiran, Baheula, hingga SIKK. Jika mereka sudah melihat dan merasakan sendiri, mereka punya bayangan kuat untuk menjual paket wisata Sragen ke konsumen mereka,” jelas Ihsan.

Baca Juga: Masih Memakai Popok, Bocah Berusiah 8 Tahun Warga Kebakkramat Karanganyar Dilaporkan Hilang

Langkah nyata untuk mewujudkan hal ini mulai terlihat. Ihsan membocorkan dalam waktu dekat, Asosiasi Pelaku Perjalanan Indonesia (ASPI) DPD Jawa Tengah berencana menggelar agenda serupa untuk memperkuat branding destinasi di wilayah Jawa Tengah, termasuk Sragen.

Diharapkan dengan kolaborasi antara kebijakan anggaran pemerintah dan kreativitas para pelaku biro wisata, Sragen tidak lagi hanya menjadi kota perlintasan.

Melainkan destinasi utama yang mampu menggerakkan roda ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata. (din/adi)

Editor : Adi Pras
#pelancong #sragen #solo #yogyakarta #Semarak Budaya Indonesia