Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features

Kawanan Monyet Masuk Kompleks RSUD Tangen Sragen, Bagini Nasib Pasien

Ahmad Khairudin • Rabu, 1 April 2026 | 17:19 WIB

 

Salah satu monyet yang masuk di kompleks RSUD Tangen, Kabupaten Sragen, Rabu (1/4/2026). (Ahmad Khairudin/Radar Solo)
Salah satu monyet yang masuk di kompleks RSUD Tangen, Kabupaten Sragen, Rabu (1/4/2026). (Ahmad Khairudin/Radar Solo)

 

RADARSOLO.COM – Warga di sekitar Desa Katelan, Kecamatan Tangen, Sragen dibuat riuh dengan kemunculan tamu tak diundang.

Bukan kriminal, melainkan kawanan monyet ekor panjang yang mulai memasuki area publik, termasuk kompleks RSUD Sukowati Tangen.

Ada sekitar 10 ekor monyet yang masuk pemukiman warga. Meski sempat memicu kekhawatiran adanya serangan, pihak rumah sakit segera memberikan klarifikasi.

Direktur RSUD Sukowati Tangen Wisnu Retnaningsih membenarkan jika primata tersebut sempat terlihat di lingkungan rumah sakit. Namun, ia menepis hewan tersebut mengganggu pasien.

Baca Juga: Polda Jateng Ikut Turun Tangan Selidiki Dugaan Pembunuhan Wanita Muda di Tangkil Sragen, Ini Temuannya

”Tidak diserang. Itu pemandangan yang sudah biasa karena lokasi kita memang dekat dengan hutan,” tegas Wisnu saat dikonfirmasi Rabu (1/4/2026).

Menurutnya, keberadaan monyet-monyet tersebut sama sekali tidak mengusik ketenangan pasien maupun mengganggu jalannya pelayanan medis.

Posisi RSUD yang berdekatan dengan hutan kecil di bantaran Bengawan Solo serta kawasan Gunung Banyak menjadi faktor utama seringnya satwa tersebut "mampir".

Baca Juga: Kandang Berisi 5.000 Ekor Ayam Ambruk, Peternak di Kerjo Karanganyar Terancam Rugi

”Masyarakat tidak perlu khawatir berlebihan. Mereka hanya melintas dan tidak menyerang manusia,” imbuhnya.

Kepala Desa Katelan Kunto Cahyono menambahkan, kehadiran kawanan monyet ini bukanlah hal baru bagi warga setempat. Menariknya, kemunculan mereka seolah mengikuti ritme alam Sungai Bengawan Solo.

”Biasanya kalau air Bengawan Solo naik, monyet-monyet itu terlihat. Nanti kalau airnya surut, mereka hilang lagi dengan sendirinya. Datangnya dari mana, belum bisa dipastikan,” ujar Kunto.

Baca Juga: Dongkrak Wisata, Sragen Siapkan Festival Balon Udara di New Kemukus

Ada dugaan kuat turunnya kawanan monyet ke pemukiman dipicu oleh mulai menipisnya ketersediaan pangan di habitat asli mereka.

Sejauh ini, perilaku satwa tersebut masih dalam batas wajar dan belum menunjukkan tanda-tanda agresivitas terhadap warga.

Baca Juga: Diduga Korban Pembunuhan, Wanita Muda Ditemukan Bersimbah Darah di Persawahan Tangkil Sragen

Sejauh ini hanya mengambil buah-buahan dari pohon di pinggir sungai. Dia menuturkan Belum ada laporan perusakan rumah atau pencurian stok makanan warga.

Kunto memastikan bahwa pihak desa terus memantau pergerakan kawanan ini agar tidak terjadi konflik antara manusia dan satwa di kemudian hari.

”Yang penting warga tidak mengganggu atau menyakiti mereka, supaya mereka juga tidak agresif,” tandasnya. (din/adi)

Editor : Adi Pras
#rsud #sragen #tangen #monyet ekor panjang