Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Janji Manis Normalisasi Belum Terealisasi, Petani Jono Sragen Bongkar Saluran Irigasi

Ahmad Khairudin • Minggu, 5 April 2026 | 15:37 WIB
Petani di Desa Jono, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen membongkar saluran irigasi yang menggenangi sawah mereka. (Ahmad Khairudin/Radar Solo)
Petani di Desa Jono, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen membongkar saluran irigasi yang menggenangi sawah mereka. (Ahmad Khairudin/Radar Solo)

 

RADARSOLO.COM – Kesabaran petani di Desa Jono, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen tampaknya sudah mencapai titik nadir.

Rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen untuk melakukan normalisasi saluran irigasi rute Karanganom, Jono, Gawan yang sempat digembar-gemborkan, hingga kini hanya menjadi "catatan di atas kertas".

Imbasnya fatal bagi petani. Pada musim tanam kali ini, para petani dipaksa menelan pil pahit. Mereka harus melakukan dua kali percobaan tanam lantaran benih yang baru disebar langsung ludes terendam luapan air.

Baca Juga: Update Laka Lantas Plupuh Sragen, Pengacara Terdakwa Sebut Satu Keluarga Meninggal Akibat Faktor Eksternal

Alih-alih meraup untung, para petani justru sudah merugi tenaga dan benih, bahkan sebelum proses bertani benar-benar dimulai.

Mereka menagih bukti, bukan sekadar survei dan janji-janji yang hanyut bersama air luapan irigasi.

Puncaknya terjadi pada Minggu (5/4/2026). Lantaran tak tahan melihat sawahnya terus tergenang, warga Desa Jono akhirnya mengambil tindakan nekat.

Mereka membongkar paksa sebagian akses saluran air yang tertutup di perbatasan Desa Gawan.

Baca Juga: Kades Buran Tasikmadu Kecolongan? Ini Potret Gudang Pengoplos LPG Bersubsidi di Karanganyar

"Aliran air di sebelah selatan perbatasan Gawan kami bagi secara manual. Biar air sebagian masuk ke persawahan Gawan. Warga sudah tidak sabar, maka dibongkar agar aliran terbagi dan genangan di lahan kami cepat surut," tegas Sukardi, perwakilan petani Desa Jono dengan nada kecewa.

Sukardi menyayangkan sikap lambat Pemkab Sragen. Pasalnya, janji perbaikan ini bukan sekadar wacana di balik meja kantor.

Bupati Sragen bahkan sudah meninjau langsung lokasi tersebut. Tim konsultan dari Dinas Pekerjaan Umum (DPU) pun telah melakukan pengukuran lapangan.

"Bupati sudah turun, konsultan DPU juga sudah ukur-ukur untuk hitung anggaran. Tapi kenyataannya? Sampai sekarang nol tindakan," sindirnya.

Senada dengan itu, ketidakpastian ini berbanding terbalik dengan pernyataan resmi DPU Sragen beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Punya Kebiasaan Aneh, Warga Mageru Sragen Kumpulkan Sampah di Rumahnya: Ternyata Ini Penyebabnya

Kepala DPU Sragen Mursid Joko Wiranto sebelumnya sempat memastikan bahwa langkah mitigasi mulai dari pemetaan elevasi hingga analisis titik krusial penyebab genangan telah rampung.

Kala itu, DPU menjanjikan pengerjaan fisik di lapangan akan dimulai pada Maret lalu. Namun, memasuki pekan pertama April, alat berat maupun tanda-tanda pengerjaan tak kunjung tampak.

Saluran irigasi Jono-Gawan tetap mampet, menyisakan trauma bagi petani yang setiap hari harus bertaruh dengan cuaca dan buruknya infrastruktur.

Baca Juga: Tiga Kecamatan di Karanganyar Jadi Lokasi Pembangunan Jembatan Garuda

Warga mengancam akan melakukan aksi lebih besar jika proses tersebut tak segera menyentuh Saluran Jono. (din/adi)

Editor : Adi Pras
#DPU Srage #sragen #tanon #petani #Saluran Air