Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Berani Bikin Onar, Kesbangpol Sragen Langsung Bikin Laporan yang Terkoneksi ke BIN hingga Polri

Ahmad Khairudin • Minggu, 5 April 2026 | 19:55 WIB

 

Simulasi penanganan kericuhan massa di Mapolres Sragen, beberapa waktu lalu. (Ahmad Khairudin/Radar Solo)
Simulasi penanganan kericuhan massa di Mapolres Sragen, beberapa waktu lalu. (Ahmad Khairudin/Radar Solo)

 

RADARSOLO.COM – Pemerintah Kabupaten Sragen tak ingin kecolongan dalam menjaga kondusivitas wilayah. Melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Sragen resmi merilis inovasi baru Srikandi Manah +.

Inovasi ini bukan sekadar pembaruan aplikasi digital biasa. Srikandi Manah + singkatan dari Strategi Informasi Kewaspadaan Dini Untuk Masyarakat Aman dan Sejahtera.

Inovasi ini merupakan transformasi total sistem intelijen daerah yang melibatkan peran aktif masyarakat hingga level desa.

Kepala Kesbangpol Sragen Agus Winarno mengungkapkan, selama ini deteksi dini di tingkat akar rumput sering kali terbentur masalah birokrasi dan klasifikasi laporan.

Baca Juga: Dua Desa di Sragen Bersitegang: Kades Gawan Sesalkan Aksi Sepihak Petani Jono Bongkar Irigasi

Banyak informasi yang masuk, namun sistem lama belum mampu memilah mana yang mendesak dan mana yang bersifat informatif belaka.

”Melalui Srikandi Manah +, kami melakukan intervensi menyeluruh. Tidak hanya aplikasinya yang dipoles, tapi regulasinya diperkuat lewat Peraturan Bupati. Tim Kewaspadaan Dini Daerah (TKD) dan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) kami aktifkan kembali hingga ke desa-desa,” ujar Agus Winarno, Minggu (5/4/2026).

Dia menyebut Srikandi Manah + lebih "sakti" dibandingkan versi pendahulunya. Karena penyematan fitur analisis risiko yang presisi. Ada lima keunggulan utama yang menjadi nyawa dari sistem ini.

Baca Juga: Bidik WTP Ke-12, Bupati Karanganyar Tekankan Transparansi Pengelolaan Keuangan

Yakni terletak pada sistem deteksi yang jauh lebih presisi dan terukur dibandingkan versi terdahulu. Dengan mengusung konsep analisis risiko, aplikasi ini memungkinkan pelapor menyematkan skala kemungkinan dan skala dampak (1-5).

Sehingga admin dapat secara otomatis memprioritaskan laporan yang bersifat darurat atau berpotensi eskalasi luas.

Keunggulan ini didukung oleh jalur cepat (potong kompas) yang memangkas birokrasi, di mana informasi dari masyarakat langsung terhubung ke meja admin Kesbangpol untuk segera didisposisikan kepada instansi vertikal seperti BIN, TNI, dan Polri secara real-time.

Selain kecanggihan teknis, inovasi ini menonjolkan sisi sinergitas dan inklusivitas melalui penyediaan forum diskusi digital khusus bagi personel TKD dan FKDM di seluruh tingkatan.

Antarmuka aplikasi yang dirancang ramah pengguna memastikan semua kalangan, mulai dari generasi muda hingga perangkat desa senior, dapat mengoperasikannya tanpa kendala teknis.

Baca Juga: Janji Manis Normalisasi Belum Terealisasi, Petani Jono Sragen Bongkar Saluran Irigasi

Secara menyeluruh, Srikandi Manah + bukan sekadar aplikasi pelaporan, melainkan ekosistem kewaspadaan dini yang diperkuat dengan payung hukum peraturan bupati dan dukungan operasional yang nyata bagi para petugas lapangan, menjadikannya sistem pertahanan sosial yang solid bagi Kabupaten Sragen.

Pemkab memperbarui perjanjian kerja sama (PKS) dengan seluruh unsur penyelenggara intelijen negara di daerah.

”Harapannya, Sragen menjadi daerah yang proaktif, bukan reaktif. Kita cegah konflik sebelum membesar, demi mewujudkan masyarakat yang aman dan tenteram,” tandasnya.(din/adi)

Editor : Adi Pras
#Kesbangpol Sragen #Badan Intelijen Negara #sragen #polri