Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Alhamdulillah, Kuota Haji bagi Warga Sragen Naik Jadi 1.141 Orang: Antrean Juga Lebih Singkat

Ahmad Khairudin • Senin, 6 April 2026 | 17:12 WIB

 

Calon jamaah haji asal Kabupaten Sragen saat akan berangkat ke Tanah Suci, tahun 2025 lalu. (Ahmad Khairudin/Radar Solo)
Calon jamaah haji asal Kabupaten Sragen saat akan berangkat ke Tanah Suci, tahun 2025 lalu. (Ahmad Khairudin/Radar Solo)

 

RADARSOLO.COM – Angin segar berembus bagi calon jamaah haji di Kabupaten Sragen. Pada musim haji tahun ini, Bumi Sukowati mendapatkan berkah berupa kenaikan kuota jamaah yang cukup signifikan.

Tidak tanggung-tanggung, jumlah jamaah yang akan diberangkatkan mencapai 1.141 orang. Angka ini melonjak tajam dibanding tahun lalu yang bahkan tidak menyentuh angka 900 jamaah.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Urusan Haji dan Umrah Kabupaten Sragen Sutikno mengonfirmasi kabar tersebut dengan nada optimistis.

Alhamdulillah, tahun ini Sragen memberangkatkan 1.141 jamaah. Jika melihat data tahun kemarin yang tidak sampai 900 orang, ini merupakan kenaikan yang sangat berarti,” ujar Sutikno ditemui di ruang kerjanya, Senin (6/4/2026).

Baca Juga: Tinggalkan Mobil Dinas, Bupati Sragen Pilih Bersepeda Menuju Kantor

Tak hanya soal jumlah kuota, persiapan teknis di Sragen juga patut diacungi jempol. Pihak Kantor Urusan Haji memastikan seluruh urusan administratif.

Mulai dari paspor hingga pemisahan dokumen, sudah rampung 100 persen sebelum memasuki bulan Ramadhan. Bahkan, komitmen para jamaah dalam hal finansial pun sangat tinggi.

”Paspor sudah selesai semua. Untuk pelunasan biaya haji, alhamdulillah juga sudah mencapai 100 persen,” tambahnya.

Baca Juga: Diduga Depresi soal Sekolah dan PKL, Pelajar di Tasikmadu Karanganyar Nekat Akhiri Hidup

Setelah merayakan Idul Fitri ini, para jamaah tidak bisa bersantai begitu saja. Agenda kesehatan sudah menanti.

Para calon tamu Allah ini dijadwalkan menjalani vaksinasi meningitis yang dikoordinasikan langsung dengan dinas kesehatan melalui puskesmas di masing-masing kecamatan.

Untuk urusan bimbingan ibadah atau manasik, sebagian besar tahapan di tingkat kabupaten maupun kecamatan telah tuntas sebelum puasa.

Meski begitu, pendalaman materi masih terus dilakukan di beberapa titik melalui Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH), seperti KBIH Al-Hikmah dan wilayah Gemolong.

Baca Juga: Bidik WTP Ke-12, Bupati Karanganyar Tekankan Transparansi Pengelolaan Keuangan

Ada kabar yang tak kalah mengejutkan terkait masa tunggu (waiting list). Berkat kebijakan pemerataan kuota secara nasional oleh kementerian terkait, antrean haji di Sragen yang semula mencapai 34-35 tahun, kini terpangkas drastis.

”Sekarang masa tunggu hampir merata se-Indonesia. Dulu ada daerah yang hanya 5 tahun, sekarang dibuat sama. Di Sragen kini menjadi sekitar 26 tahun,” jelas Sutikno.

Baca Juga: Berani Bikin Onar, Kesbangpol Sragen Langsung Bikin Laporan yang Terkoneksi ke BIN hingga Polri

Dia menilai kebijakan ini dinilai lebih adil dan efektif dalam mengelola antrean jamaah di seluruh wilayah Indonesia.

Bagi warga Sragen yang ingin menyusul daftar, prosedurnya masih tetap sama. Cukup melakukan setoran awal sebesar Rp 25 juta untuk langsung mengamankan nomor porsi keberangkatan. (din/adi)

Editor : Adi Pras
#srageb #kantor urusan haji #haji #Kuota Haji #ramadhan