RADARSOLO.COM – Bapperida (Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah) Sragen menggelar kegiatan Pengarahan Innovative Government Award (IGA) 2026 di Aula Mall Pelayanan Publik (MPP) Sragen, Rabu (8/4/2026).
Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk mendorong peningkatan kualitas inovasi daerah sekaligus mengakselerasi capaian peringkat nasional.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sragen Hargiyanto menyampaikan keberhasilan tidak lepas dari proses yang dijalani dengan kesungguhan dan konsistensi.
Baca Juga: Korban Investasi Bodong Bisnis Air Kemasan di Sragen Mengadu ke Kompolnas: Kerugian Ratusan Juta
Hal tersebut terbukti dari peningkatan signifikan peringkat IGA Kabupaten Sragen dalam beberapa tahun terakhir.
Setelah sebelumnya berada di posisi 12 (2018), 45 (2019), dan 123 (2020), kini Sragen mampu naik ke peringkat 33 (2021), 5 (2022), 4 (2023), 3 (2024), dan 8 (2025).
”Keterbatasan sumber daya alam tidak menjadi penghalang bagi Kabupaten Sragen untuk maju. Justru melalui kerja keras, kecerdasan, dan inovasi, daerah dapat terus berkembang dan bersaing di tingkat nasional,” ujar Hargianto.
Baca Juga: Warga Ngringo Karanganyar Temukan Elang Jawa, Satwa Ikonik Jawa di Ambang Punah
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi pengarahan Innovative Government Award oleh Kepala Pusat Strategi Kebijakan Pengembangan SDM, Teknologi Informasi dan Inovasi Pemerintahan Dalam Negeri BSKDN Kemendagri David Yama.
Dalam paparannya, ia menekankan pengumpulan data dukung inovasi tidak sekadar menjadi pemenuhan administrasi semata.
Lebih dari itu, data dukung merupakan cerminan nyata dari kualitas dan kemanfaatan inovasi yang dihasilkan.
Baca Juga: Bengkel Sepeda Onthel di Jumantono Karanganyar Terbakar, Penyebab Masih Misterius
”Tingkat kematangan inovasi sangat ditentukan oleh kelengkapan dan validitas data dukung, seperti bukti implementasi, dampak yang dihasilkan, keberlanjutan program, hingga manfaat langsung yang dirasakan masyarakat. Dengan demikian, setiap inovasi yang dilaporkan harus benar-benar memiliki nilai guna yang terukur, bukan hanya sekadar konsep atau kegiatan administrative,” bebernya.
Usai pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi aktif antara peserta dan narasumber.
Para peserta dari berbagai perangkat daerah tampak antusias menggali informasi serta menyampaikan berbagai kendala dan praktik baik yang telah dilakukan di masing-masing instansi.
Dalam kegiatan tersebut juga ditegaskan untuk mencapai nilai IGA yang optimal, Kabupaten Sragen menargetkan minimal 200 inovasi dalam dua tahun (t-1 dan t-2), atau sekitar 100 inovasi setiap tahun.
Dengan jumlah 101 instansi yang ada, masing-masing instansi diharapkan dapat berkontribusi minimal satu inovasi setiap tahun. Bahkan, inovasi kini menjadi bagian dari indikator kinerja yang berpengaruh terhadap Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP). (din/adi)
Editor : Adi Pras