Ketua DPD PKS Sragen Gunawan sampaikan paparan kepada para kader dan simpatisan PKS se-Kabupaten Sragen dalam acara halalbihalal dan silaturahmi akbar di Gedung Kartini Sragen, Minggu (12/4/2026). (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)RADARSOLO.COM - Ribuan kader dan simpatisan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memadati Gedung Kartini Sragen, Minggu (12/4/2026).
Lebih dari 1.300 kader Dewan Pengurus Daerah (DPD) PKS se-Kabupaten Sragen berkumpul dalam agenda Halalbihalal dan Silaturahmi Akbar.
Momentum ini tidak hanya menjadi ajang saling memaafkan pasca-Lebaran, tetapi juga menjadi pijakan perdana bagi konsolidasi besar-besaran kepengurusan PKS di Bumi Sukowati.
Konsolidasi Akar Rumput dan Program Beras Oranye
Sekretaris DPD PKS Kabupaten Sragen Muhammad Fuad Afrianto menegaskan, pertemuan ini merupakan awal dari pergerakan masif partai menuju akar rumput.
Baca Juga: RASOHISTORI, 11 APRIL 2012: Persis Solo Tekuk Persija Jakarta IPL 2-1 di Manahan
Setelah agenda ini, jajaran pengurus dipastikan akan langsung bergerak ke tingkat kecamatan dan daerah pemilihan (dapil) dengan orientasi utama penguatan struktur di level terbawah.
"Ini adalah konsolidasi akbar perdana. Setelah ini, kami langsung tancap gas turun ke tiap kecamatan dan daerah pemilihan (dapil). Fokus orientasi kami ke depan adalah penguatan di level terbawah," ujar Fuad di sela acara.
Selain urusan politik elektoral, PKS Sragen menunjukkan komitmennya dalam pemberdayaan ekonomi melalui peluncuran program Beras Oranye.
Produk ini merupakan beras subsidi khusus kader yang dihasilkan langsung dari lahan para petani binaan PKS di Sragen. Setiap bulan, DPD menyediakan sekitar 1,5 ton beras secara kontinu, bahkan sempat menyentuh angka 2,5 ton pada momen Ramadan lalu.
"Setiap bulan, kami sediakan sekitar 1,5 ton beras subsidi secara kontinyu. Ini bentuk kepedulian DPD kepada kader. Gabahnya dari petani kita, diolah oleh DPD, dan kembali lagi untuk kesejahteraan anggota kita di Sragen. Bahkan pada momen Ramadan lalu, distribusi beras ini mencapai angka 2,5 ton," imbuh Fuad.
Inovasi Sekolah Tani dan Kemandirian Ekonomi
Baca Juga: Kapan Batas Akhir Puasa Syawal 2026, Haruskah Dilakukan Berturut-turut? Ini Penjelasannya
Sinergi antara Bidang Petani Peternak Nelayan (BPPN) serta Bidang UMKM (Bumkraft) juga melahirkan inovasi berupa Sekolah Tani dan Sekolah UMKM.
Program ini bertujuan mendampingi para petani dan pelaku usaha kecil dari sisi teknis hingga strategi agribisnis.
Ketua DPD PKS Sragen Gunawan menekankan bahwa kehadiran PKS harus dirasakan manfaatnya melalui kemandirian ekonomi anggota.
"Kami ingin membangun kemandirian ekonomi. Melalui peluncuran Beras Oranye dan stan UMKM hari ini, kita buktikan bahwa PKS hadir untuk menyejahterakan anggota dan memberikan kontribusi nyata bagi Kabupaten Sragen," tegas Gunawan dalam sambutannya.
Apresiasi dari Pemerintah Kabupaten
Langkah PKS dalam memberdayakan sektor pertanian dan UMKM ini mendapat apresiasi positif dari Pemkab Sragen.
Baca Juga: Gaji ke 13 PNS dan PPPK 2026 Akan Segera Cair, Cek Dulu 5 Komponen Lengkapnya
Bupati Sragen Sigit Pamungkas yang hadir langsung dalam acara tersebut menyampaikan rasa terima kasih atas peran aktif jajaran pengurus dan Fraksi PKS dalam memberikan masukan konstruktif bagi pembangunan daerah selama setahun terakhir.
"Kami berterima kasih atas saran dan masukan yang sifatnya membangun demi kemajuan Bumi Sukowati. Di momentum halalbihalal ini, mari kita saling memaafkan dan terus bersinergi," tutur Bupati Sigit.
Acara yang turut dihadiri perwakilan DPP PKS Dr. Iqbal serta anggota DPR RI Hamid Nur Yasin ini dimeriahkan dengan peluncuran Pasar Tani dan Bazar UMKM.
Agenda ini menjadi simbol konkret dari upaya PKS dalam membangun kekuatan ekonomi yang berbasis pada potensi lokal kader. (din)
Editor : Tri Wahyu Cahyono