Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Tak Hanya Pedagang Kecil, Anggota DPRD Sragen Ikut Tercekik Kenaikan Harga Plastik

Ahmad Khairudin • Selasa, 14 April 2026 | 19:38 WIB

 

Ketua Fraksi Golkar DPRD Sragen Pujono Elly Bayu Effendi yang juga pengusaha es batu ikut terdampak kenaikan harga plastik. (Ahmad Khairudin/Radar Solo)
Ketua Fraksi Golkar DPRD Sragen Pujono Elly Bayu Effendi yang juga pengusaha es batu ikut terdampak kenaikan harga plastik. (Ahmad Khairudin/Radar Solo)

 

RADARSOLO.COM – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah mulai berdampak nyata hingga ke pelosok daerah. Di Kabupaten Sragen, para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kini menjerit akibat kenaikan harga plastik yang dinilai sudah "ugal-ugalan".

Sektor paling terdampak adalah para pedagang kecil yang kesulitan menyesuaikan harga jual di tengah melambungnya biaya produksi.

Salah satu pedagang es teh, Septi mengaku menaikkan harga karena dampak harga plastik. Harga es teh biasanya Rp 4 ribu menjadi Rp 5 ribu. Karena harga naik hampir 100 persen.

”Biasanya Rp 30 ribuan jadi Rp 55 ribuan. Harga gula juga,” keluhnya, Selasa (14/4/2026).

Baca Juga: Duh, 2.069 Tiang dan 100 Ribu Meter Kabel Internet di Sragen Liar Tak Beri Kontribusi PAD

Kondisi ini mendapat sorotan tajam dari Ketua Fraksi Golkar DPRD Sragen Pujono Elly Bayu Effendi.

Sosok yang akrab disapa Bayu ini mengaku merasakan langsung dampak tersebut karena dirinya juga merupakan seorang pengusaha es batu.

Bayu mengungkapkan, plastik merupakan komponen yang tidak tergantikan dalam budaya konsumsi praktis masyarakat saat ini. Penggunaan plastik sekali pakai hampir mustahil dihindari oleh pedagang kecil.

Baca Juga: DJP Jateng II Blokir Rekening 199 Wajib Pajak karena Tunggakan Rp 109 Miliar

”Es teh saja pakai plastik, bungkus gorengan pakai plastik. Substitusinya apa? Masyarakat tidak mungkin beli es teh dipincuk (daun pisang). Saya sendiri kena imbasnya karena pekerjaan asli saya pedagang, DPRD itu tugas pengabdian tambahan,” ujar Bayu, Selasa (14/4/2026).

Dia memaparkan kenaikan harga plastik yang terjadi saat ini mencapai angka yang fantastis.

”Plastik yang awalnya di kisaran harga tertentu, sekarang naik sampai 100 persen. Saya setiap hari harus membungkus es sekitar 1.000 bungkus, itu langsung terasa. Mau menaikkan harga es dari Rp 7 ribu ke Rp 8 ribu saja masyarakat belum tentu mau menerima,” keluhnya.

Untuk menyiasati kerugian, Bayu terpaksa menaikkan harga di tingkat produksinya, meski tidak setinggi kenaikan bahan baku.

Baca Juga: 36 ASN Karanganyar Ikuti Ujian Assesment JPTP

”Mau tidak mau naik, tapi mungkin untuk sisi plastiknya 50 persen. Artinya, ini tetap mengurangi margin pendapatan kami karena plastik es atau gelas itu sekali pakai, tidak bisa dikembalikan seperti galon atau botol kaca,” tambahnya.

Dia menegaskan situasi saat ini pengaruh harga minyak dunia meledak karena konflik Iran-AS-Israel, hampir seluruh negara tetangga bergegas menaikkan harga BBM.

Malaysia, Thailand, Singapura, bahkan Amerika Serikat pun ikut merasakan “panasnya” kenaikan. Namun di Indonesia, khususnya di Sragen, Jawa Tengah, harga BBM resmi Pertamina masih bertahan.

Baca Juga: Bupati Tegaskan BUMD Harus Jadi Motor Ekonomi, PT BPR Bank Daerah Karanganyar Raih Penghargaan Nasional

”BBM sih belum naik, Alhamdulillah. Banyak yang menilai keberhasilan ini tak lepas dari kebijakan pemerintah Presiden Prabowo Subianto yang tegas berpihak kepada rakyat,” bebernya.

Bayu menilai peranan viral pada sosok Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, yang juga Ketua Umum Partai Golkar.

Dia menegaskan pemerintah masih menahan kenaikan BBM. Pasokan dalam negeri dinilai masih aman untuk beberapa bulan ke depan. (din/adi)

Editor : Adi Pras
#sragen #Bahlil Lahadalia #umkm #DPRD Sragen #Pujono Elli Bayu Effendi