Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Longsor Hantui Kalikobok Sragen, Tanah Ambles 2 Meter Rusak Tiga Rumah

Ahmad Khairudin • Jumat, 17 April 2026 | 12:56 WIB

 

Kondisi salah satu rumah warga Dukuh Banyuurip, Desa Kalikobok, Kecamatan Tanon, Sragen yang ambles karena tanah gerak, Jumat (17/4/2026). (Ahmad Khairudin/Radar Solo)
Kondisi salah satu rumah warga Dukuh Banyuurip, Desa Kalikobok, Kecamatan Tanon, Sragen yang ambles karena tanah gerak, Jumat (17/4/2026). (Ahmad Khairudin/Radar Solo)

 

RADARSOLO.COM – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Sragen dalam sepekan terakhir membawa petaka di Kecamatan Tanon.

Tanah longsor dilaporkan mengancam permukiman warga di Dukuh Banyuurip, Desa Kalikobok, Kecamatan Tanon. 

Akibatnya, dua kepala keluarga (KK) terpaksa angkat kaki dan membongkar rumah mereka demi keamanan.

Baca Juga: Hampir Rp 1 Miliar, Kejari Karanganyar Tarik dan Setor Uang Korupsi Alkes ke Negara

Bencana ini bermula sejak Minggu sore (12/4/2026). Gejala awal berupa retakan tanah mulai muncul setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan tersebut dalam durasi lama.

Namun, kondisi semakin mengkhawatirkan memasuki pertengahan pekan.

Toni Arianto, salah satu anggota keluarga terdampak menceritakan detik-detik mencekam saat tanah di bawah huniannya mulai bergeser.

Baca Juga: Kantor Kejari Sragen Senilai Rp 8,7 Miliar Diresmikan: Bukan Sekadar Megah, Kinerja Harus Makin Moncer

"Minggu itu sudah ada retak-retak. Pas Senin hujan deras, retakannya makin lebar, sekitar satu jengkal," ungkap Toni saat ditemui di lokasi kejadian.

Puncaknya terjadi pada Rabu (15/4/2026), di mana fondasi bangunan mulai ambrol. Pergerakan tanah tersebut tidak main-main.

Kedalaman tanah yang amblas mencapai sekitar 2 meter, terutama di area bagian belakang rumah yang dekat dengan kamar mandi. 

Kondisi ini membuat struktur bangunan milik Jumirin, 54; dan Firiyanto, 30, tidak lagi layak huni karena posisi tanah terus bergerak.

Baca Juga: Istimewa, Pusat Pelatihan Atlet NPC Jateng Ada di Delingan Karanganyar: Segini Kapasitasnya

Melihat ancaman yang kian nyata, langkah evakuasi mandiri dilakukan. Total ada enam jiwa yang kini harus mengungsi ke rumah kerabat di lokasi yang lebih tinggi. 

"Sementara mengungsi ke tempat Mbah yang di atas, karena di sini tanahnya masih ambles terus," imbuh Toni.

Sementara itu, Sekretaris Desa Kalikobok Agus Salim menyatakan, tim langsung terjun ke lokasi untuk melakukan kaji cepat begitu menerima laporan.

Baca Juga: Jelang Kemarau Panjang, PUDAM Karanganyar Monitoring Belasan Mata Air di Gunung Lawu

Pada Jumat pagi (17/4/2026), aksi gotong royong besar-besaran digelar untuk membantu warga membongkar bangunan yang terancam roboh.

"Kerja bakti pembongkaran rumah Bapak Jumirin dilakukan secara kolaboratif melibatkan TNI, Polri, relawan, pemerintah desa dan warga sekitar," jelas Agus. 

Sementara Kepala Pelaksana Harian BPBD Sragen Triyono Putro menjelaskan, berdasarkan asesmen sementara, total kerugian material akibat bencana ini ditaksir mencapai Rp 50 juta.

Baca Juga: Efisiensi BBM, Politisi Golkar Sragen Dorong Penempatan ASN Berbasis Domisili

Meski tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, kewaspadaan tinggi tetap ditekankan.

"Intensitas hujan yang masih fluktuatif, potensi longsor susulan di Desa Kalikobok masih menghantui. Tim gabungan pun masih disiagakan di lokasi untuk memantau pergerakan tanah serta mendistribusikan logistik bagi para pengungsi," ujarnya. (din/adi)

Editor : Adi Pras
#bencana #BPBD Sragen #sragen #tanon #tanah gerak