Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Kabel Wifi Menjuntai, Pasutri Lansia di Sragen Terjatuh saat ke Pasar

Ahmad Khairudin • Selasa, 21 April 2026 | 16:25 WIB

 

Painem, warga Paingan, Desa Plumbon, Kecamatan Sambungmacan, Sragen mengalami luka setelah terjungkal karena kabel wifi menjuntai, Selasa (21/4/2026) dini hari. (Ahmad Khairudin/Radar Solo)
Painem, warga Paingan, Desa Plumbon, Kecamatan Sambungmacan, Sragen mengalami luka setelah terjungkal karena kabel wifi menjuntai, Selasa (21/4/2026) dini hari. (Ahmad Khairudin/Radar Solo)

 

RADARSOLO.COM – Semrawutnya kabel optik di Kabupaten Sragen memicu petaka. Selasa (21/4/2026) dini hari, sepasang suami istri pedagang makanan asal Dukuh Paingan, Desa Plumbon, Kecamatan Sambungmacan, menjadi korban kabel wifi yang menjuntai di jalanan.

Ironisnya, insiden ini terjadi hanya sepelemparan batu dari kompleks Rumah Dinas (Rumdin) Bupati Sragen.

Peristiwa nahas itu menimpa Lasmono, 62, dan istrinya, Painem, 60. Sekitar pukul 03.30 WIB, keduanya tengah memacu sepeda motor Honda Vario menuju Pasar Bunder untuk mengais rezeki. Di tengah kegelapan pagi, kabel Wi-Fi yang melintang rendah mendadak menjerat mereka.

Baca Juga: Linda Sudeni Sigit Pamungkas, Merawat Napas Kartini lewat Pemberdayaan Perempuan

"Kabelnya ngglawer (menjuntai, red) dari atas. Saya jalan pelan di pinggir, tiba-tiba langsung terjerat," ujar Lasmono, Selasa (21/4/2026).

Meski kabel tersebut tidak putus, sentakan keras membuat motor mereka kehilangan keseimbangan.

Pasutri ini terpelanting ke trotoar dan menghantam beton drainase. Akibatnya, Lasmono mengalami luka sobek cukup dalam di bagian tulang kering kaki kanan.

Sang istri, Painem, mengalami cedera serius pada bagian paha hingga harus menjalani perawatan pijat dan medis.

Baca Juga: Hari Kartini, Farida Rober Christanto Ajak Perempuan di Karanganyar Mandiri dan Mengabdi Sepenuh Hati

Tak hanya luka fisik, kerugian materiil pun tak terelakkan. Motor Vario milik korban ringsek di bagian kanan. Sementara itu, dagangan gethuk yang hendak dijual di pasar berhamburan di jalanan.

”Dagangan sempat dibawa ke Sragen pakai bus mini, tapi ya kondisinya sudah ambyar," keluhnya dengan nada getir.

Di sisi lain, Lasmono menegaskan akan menuntut haknya. Didampingi keluarganya, ia berencana melayangkan protes kepada pemilik kabel segera setelah kondisinya pulih.

Baca Juga: Warga Karangtengah Sragen Ubah Sampah Jadi Berkah

"Saya minta ganti rugi. Habis ini saya mau cari siapa yang punya hak atas kabel itu," pungkasnya.

Insiden ini memicu reaksi keras dari kalangan legislatif. Ketua Pansus Raperda tentang Penataan, Pengendalian, dan Pengawasan Infrastruktur Pasif Telekomunikasi DPRD Sragen, Faturrohman, menyebut kejadian ini sebagai "tamparan keras" bagi pemerintah daerah.

”Lokasinya sangat dekat dengan Rumah Dinas Bupati. Ini bukti nyata bahwa pengawasan infrastruktur kabel kita sangat lemah. Jangan sampai jatuh korban lebih banyak lagi baru bertindak," tegas Faturrohman.

Ia mendesak pihak Internet Service Provider (ISP) pemilik kabel tersebut untuk segera bertanggung jawab, baik secara moril maupun materiil menemui korban.

Baca Juga: Pimpin Ziarah Kartini Karanganyar, Sumanto Tegaskan Jas Merah dan Warisan Perjuangan Nyi Ageng Karang

Faturrohman juga menegaskan bahwa insiden ini memperkuat urgensi pembahasan Raperda Infrastruktur Pasif yang tengah digodoknya.

Menurutnya, penataan kabel bukan sekadar urusan estetika kota atau potensi pendapatan daerah yang hilang, melainkan menyangkut nyawa warga.

"Kabel yang semrawut bukan hanya merusak pemandangan, tapi sudah terbukti membahayakan keselamatan jiwa warga Sragen," tandasnya. (din/adi)

Editor : Adi Pras
#kecelakaan #wifi #sragen #honda vario #sambungmacan