RADARSOLO.COM – Menjelang peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) pada Jumat (1/5/2026) mendatang, jajaran Polres Sragen bergerak cepat mematangkan strategi pengamanan.
Kesiapan ini tidak hanya mengedepankan kekuatan personel, tetapi juga perencanaan menghadapi setiap kemungkinan di lapangan.
Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari memimpin langsung kegiatan tactical floor game (TFG) di Mapolres Sragen, Selasa (21/4/2026).
Baca Juga: Kejari Karanganyar Edukasi Siswa Bahaya Narkoba saat Pemusnahan Barang Bukti
Lintas instansi turut hadir mulai dari forkompimda dan stakeholder terkait. Di antaranya perwakilan kesbangpolinmas kabupaten Sragen, satpol PP, Kodim 0725/Sragen, dinas perhubungan, dinas kesehatan, BPBD Kabupaten Sragen.
Kapolres menegaskan, TFG bukan sekadar simulasi teknis di atas peta. Lebih dari itu, forum ini menjadi ruang strategis untuk menyamakan persepsi sekaligus menguji kesiapan rencana pengamanan secara menyeluruh.
”TFG ini bukan hanya tactical di atas peta. Ini adalah upaya menyatukan persepsi, menguji rencana pengamanan, serta memastikan seluruh personel memahami peran dan tanggung jawabnya, dengan tetap mengutamakan keselamatan personel di lapangan,” tegas Dewiana.
Baca Juga: Pemprov Jateng Gelontorkan Rp33,2 Miliar untuk TMMD 2026, Sekda Sumarno: Pembangunan Mulai dari Desa
Ia menambahkan, kesiapan yang matang menjadi kunci dalam menghadapi berbagai kemungkinan, terutama dalam momentum May Day yang secara nasional kerap diwarnai aksi penyampaian pendapat di muka umum.
Wakapolres Sragen Kompol Nunung Farmadi menambahkan TFG sebagai fondasi kesiapsiagaan operasional.
Tujuannya memberikan pemahaman menyeluruh kepada seluruh personel terkait langkah, prosedur, hingga mekanisme pelaporan saat menghadapi situasi kontijensi.
Baca Juga: Disdikbud Sragen Terancam Digugat, Dituding Abai dalam Kasus SMPN 2 Sumberlawang
”Melalui TFG ini, seluruh personel pengamanan diharapkan benar-benar memahami apa yang harus dilakukan, bagaimana bertindak, dan kepada siapa melapor ketika menghadapi eskalasi situasi di lapangan,” ujar Nunung.
Menurutnya, kesamaan persepsi menjadi faktor penentu keberhasilan pengamanan, khususnya dalam mengelola aksi unjuk rasa yang berpotensi berkembang menjadi situasi tidak kondusif.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa peringatan May Day merupakan agenda global yang dilaksanakan secara serentak di berbagai negara, sehingga membutuhkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan maksimal dari seluruh unsur pengamanan.
Baca Juga: Ironis! Dari 1.300 Koperasi di Karanganyar, Hanya 10 Persen yang Sehat
”Dengan adanya TFG ini, kita pastikan seluruh personel siap menghadapi berbagai kemungkinan, termasuk situasi kontijensi. Setiap personel harus memahami perannya, siapa berbuat apa, dan bertanggung jawab kepada siapa,” imbuhnya. (din/adi)
Editor : Adi Pras