Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Pekerja Korban Bangunan Roboh di Mondokan Sragen Tak Dikaver BPJS, Ini Tanggapan dari Yayasan

Ahmad Khairudin • Senin, 27 April 2026 | 19:15 WIB

 

Kondisi bangunan calon sekolah di Desa Kedawung, Kecamatan Mondokan, Sragen yang roboh pada Sabtu (25/6/2026). (Ahmad Khairudin/Radar Solo)
Kondisi bangunan calon sekolah di Desa Kedawung, Kecamatan Mondokan, Sragen yang roboh pada Sabtu (25/6/2026). (Ahmad Khairudin/Radar Solo)

 

RADARSOLO.COM – Bangunan di Desa Kedawung, Kecamatan Mondokan, Sragen yang ambruk beberapa Sabtu (25/6/2026) lalu, belum berstatus sekolah dan masih dalam tahap perizinan. Namun pekerja yang cedera diketahui tidak dikaver BPJS Ketenagakerjaan.

Penanggungjawab proyek Wangsit Aryo Prabowo mengaku lokasi yang terdampak bukanlah sebuah sekolah yang sudah beroperasi sebagaimana informasi yang beredar di masyarakat.

Menurut Wangsit, bangunan tersebut memang direncanakan untuk sarana pendidikan (SMA), namun saat ini masih dalam tahap pembangunan dan belum memiliki izin operasional sebagai sekolah.

Baca Juga: TNI AU Ikut Andil dan Sukseskan TMMD di Karangmalang Sragen

”Itu masih rencana jangka panjang, masih angan-angan kami. Jadi kalau di luar sana disebut SMA roboh, itu kami konfirmasi tidak benar karena memang posisinya belum menjadi bangunan sekolah. Izin-izin seperti RKB dan sebagainya masih dalam proses,” ujar Wangsit, Senin (27/4/2026).

Terkait dugaan ketidaksesuaian spesifikasi material besi yang sempat disinggung pihak kepolisian, Wangsit menjelaskan pihaknya telah berupaya mengikuti standar konstruksi.

Namun, ia mengakui adanya kendala presisi saat pemasangan atap, terutama karena beban genting keramik yang digunakan.

Baca Juga: Tancap Gas Layanan Publik, Karanganyar Sabet Juara SPM Award 2024

”Posisinya kami sudah mencoba standar. Kami inginnya menggunakan genting yang baik seperti keramik. Ternyata di luar presisi saat posisi bangunan sudah hampir selesai. Untuk detail teknisnya, semua sudah kami serahkan kepada Bapak Suwanto di Polsek Mondokan,” imbuhnya.

Terkait tujuh pekerja yang menjadi korban dalam insiden tersebut, Wangsit memastikan seluruh biaya pengobatan dan penanganan medis telah ditanggung sepenuhnya oleh pihak pengelola.

Meskipun dia mengakui para pekerja belum terkaver BPJS Ketenagakerjaan, ia menjamin kesejahteraan mereka selama masa pemulihan.

Baca Juga: Gempa Magnitudo 2,6 Guncang Kendal Pagi Ini, Pusat di Darat Dekat Semarang

”Pekerja sudah kami kaver semua agar penanganannya cepat. Saat ini kondisi mereka sudah membaik dan sudah diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing. Kami juga memberikan santunan selama mereka belum bisa bekerja kembali karena masa penyembuhan,” jelasnya.

Pascakejadian, lokasi bangunan kini telah dibersihkan setelah mendapatkan izin dari pihak Polsek Mondokan. Wangsit menyatakan bahwa proyek akan tetap dilanjutkan di masa mendatang dengan evaluasi menyeluruh.

”Sekarang tahap pembersihan. Ke depan rencana tetap kita lanjutkan agar bangunan sesuai dengan standar yang lebih baik lagi,” tandasnya. (din/adi)

Editor : Adi Pras
#bpjs ketenagakerjaan #sragen #mondokan #proyek #polsek Mondokan