RADARSOLO.COM – Sorotan tajam mengarah pada kualitas pelayanan publik di Bumi Sukowati. Ketua DPD Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kabupaten Sragen, Dawam blak-blakan mengkritik kinerja petugas di berbagai instansi yang dinilai jauh dari kata memuaskan.
Tak hanya soal keramahan, Dawam juga menyoroti lambatnya birokrasi dan masalah penonaktifan sepihak kartu BPJS Kesehatan.
Keluhan tersebut bukan tanpa alasan. Dawam mengaku kerap melihat langsung kondisi di lapangan serta menerima rentetan laporan dari masyarakat yang merasa tidak dilayani dengan hati.
Baca Juga: Kado Pahit May Day: 849 Buruh Pabrik Boneka di Sragen Terdepak, Dulu Masuk Diminta Semi Telanjang
”Saya alami sendiri, dan banyak warga yang mengadu ke saya. Keramahan petugas ini benar-benar perlu dibina kembali,” tegas Dawam, Kamis (30/4/2026).
Menurut Dawam, wajah pelayanan publik di Sragen saat ini masih terkesan kaku dan lamban. Ia menekankan pentingnya respons yang cepat atau istilah populernya "sat-set" dalam menangani urusan rakyat. Kritik ini tidak hanya ditujukan pada satu instansi saja, melainkan menyeluruh.
Baca Juga: Usai Penahanan Eks Kepala Dinas, Pegawai Diskuktrans ESDM Karanganyar Diteror
”Mulai dari tingkat desa/kelurahan, layanan sosial, pendidikan, hingga kesehatan. Semua instansi harus berbenah. Jangan sampai masyarakat yang butuh bantuan justru dipersulit atau dibuat menunggu tanpa kepastian,” lanjutnya.
Dia meminta temuan-temuan ini segera sampai ke telinga Bupati Sragen agar ada evaluasi total dan tindak lanjut yang nyata. Baginya, peningkatan kualitas SDM di garda depan pelayanan adalah harga mati.
Baca Juga: Bek Arsenal Ben White Dilabrak Winger Atletico Madrid di Semi Final Liga Champions, Ini Penyebabnya
Dalam waktu dekat, Dawam berencana melakukan audiensi khusus dengan pihak terkait. Dia berharap sistem verifikasi diperbaiki agar tidak ada lagi warga miskin yang menjadi korban salah sasaran administrasi. (din/adi)
Editor : Adi Pras