Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Waspada Modus Penipu Berpeci di Sragen, Gondol Motor dengan Catut Nama LAZISNU

Ahmad Khairudin • Minggu, 3 Mei 2026 | 19:26 WIB
Terduga pelaku penipuan di Sragen yang mencatut nama lembaga LazisNU. (Ahmad Khairudin/Radasr Solo)
Terduga pelaku penipuan di Sragen yang mencatut nama lembaga LazisNU. (Ahmad Khairudin/Radasr Solo)

RADARSOLO.COM – Masyarakat di Kabupaten Sragen dan sekitarnya diminta meningkatkan kewaspadaan ekstra.

Sebuah modus penipuan baru yang mencatut nama Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) tengah menyasar warga.

Tak main-main, dalam dua pekan terakhir, dua warga dilaporkan menjadi korban keganasan sang predator bermodus "bantuan sosial" tersebut.

Baca Juga: Bagikan Buku, Satgas TMMD Kodim 0725 Sragen Disambut Antusias Siswa SD

Informasi yang dihimpun Radarsolo.com, aksi pelaku tergolong rapi dan terencana. Pelaku menyasar kawasan Sambungmacan sebagai lokasi korban pertama.

Tak berhenti di situ, pelaku kembali beraksi di RT 07, Desa Gedongan, Kecamatan Plupuh, dengan menyasar ketua RT setempat sebagai korban kedua.

Ahmad Mulyono, salah satu staf LAZISNU yang mendampingi korban saat melaporkan kejadian ke Polres Sragen mengungkapkan, pelaku menggunakan pendekatan religius untuk meluluhkan hati korbannya.

Baca Juga: Hari Tari, Bupati-Wabup Karanganyar Beserta Istri Tampil di CFD Lawu

”Pelaku ini tipikalnya sabar. Dia mau menginap di masjid selama kurang lebih tiga hari untuk membangun kepercayaan warga sekitar. Setelah dianggap sebagai orang baik, barulah dia melancarkan aksinya,” ujar Ahmad, Minggu (3/5/2026).

Pelaku kemudian mengumbar janji manis akan mencairkan dana bantuan dari LAZISNU. Untuk meyakinkan korban, pelaku bahkan mengajak mereka mendatangi kantor LAZISNU.

Namun, itu hanyalah sandiwara. Sesampainya di depan kantor, pelaku hanya singgah sebentar tanpa benar-benar masuk untuk mengurus administrasi.

Baca Juga: Mobil Wisatawan asal Madiun Terjun ke Jurang 7 Meter di Tawangmangu Karanganyar

Puncak dari penipuan ini terjadi saat pelaku mengajak korban ke masjid terdekat dengan dalih tertentu.

Di sanalah, pelaku mulai meminjam sepeda motor korban beserta dokumen asli seperti KTP dan STNK. Alasannya untuk keperluan fotokopi atau syarat administrasi pencairan bantuan yang "sebentar lagi cair".

Nahas, setelah kunci motor dan dokumen berpindah tangan, pelaku langsung tancap gas dan menghilang tanpa jejak. Korban baru tersadar setelah berjam-jam menunggu pelaku yang tak kunjung kembali.

Baca Juga: Wanita asal Sambirejo Sragen Ditipu Teman Kencan: Kenal via Aplikasi Hijau, Motor Dibawa Kabur

Meski sempat melenggang bebas, pelarian pelaku nampaknya tidak akan lama lagi. Pihak berwenang dan tim terkait dikabarkan telah berhasil mengantongi identitas pelaku.

Saat ini, kepolisian tengah melakukan pengejaran intensif berdasarkan ciri-ciri yang terekam dan keterangan para saksi.

Pihak LAZISNU sendiri menegaskan bahwa seluruh layanan bantuan bersifat resmi dan tidak pernah memungut biaya, apalagi meminjam kendaraan atau dokumen asli milik penerima manfaat.

Baca Juga: Modus Dugaan Korupsi Retribusi PKL Karanganyar: Sejak Pergantian Pengelola, Karcis Hilang tapi Uang Tetap Mengalir

”Jangan mudah percaya pada orang yang baru dikenal, meskipun mereka terlihat religius atau menginap di masjid. Jika menemui gelagat mencurigakan, segera lapor ke pengurus masjid atau pihak berwajib,” pesan Ahmad.

Dia mengimbau warga untuk lebih selektif dan berani menolak jika ada oknum yang meminta aset berharga dengan iming-iming bantuan sosial. Jangan sampai niat baik berujung pada kerugian materiil. (din/adi)

Editor : Adi Pras
#LazisNU #nahdlatul ulama #sragen #sambungmacan #plupuh