RADARSOLO.COM – Semangat kemanunggalan TNI dan rakyat benar-benar terasa di Sragen. Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-128 Kodim 0725 Sragen tidak hanya menyasar penguatan infrastruktur fisik, tetapi juga menyentuh aspek sosial kemasyarakatan melalui aksi nyata yang humanis.
Suasana Desa Puro dan Kelurahan Kroyo di Kecamatan Karangmalang, Jumat (8/5/2026) tampak lebih hidup dari biasanya. Kehadiran Ketua Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) TMMD, Brigjen TNI Joni Pardede menjadi katalisator semangat bagi para prajurit dan warga yang tengah bahu-membahu menuntaskan pembangunan.
Baca Juga: Tersangka Dugaan Korupsi Retribusi PKL di Karanganyar Dipindah ke Rutan Klas 1A Surakarta
Dalam peninjauannya di Desa Puro, Brigjen TNI Joni Pardede turun langsung mengecek kualitas betonisasi jalan sepanjang 1.100 meter yang membelah area persawahan.
Dengan lebar 3 meter dan ketebalan 0,12 meter, jalan ini diproyeksikan menjadi "urat nadi" baru bagi para petani lokal. Jenderal bintang satu tersebut menegaskan bahwa sinergi antara TNI dan Pemkab Sragen adalah kunci utama.
Baca Juga: Fosra Sragen Masuk Tujuh Besar Jateng, Bupati Janjikan Beasiswa
"Tadi sudah kita cek, secara umum hasilnya cukup bagus," ujar Brigjen TNI Joni Pardede dengan nada puas.
Menurutnya, pembangunan ini bukan sekadar urusan semen dan batu.
"Yang paling penting, program ini bermanfaat untuk masyarakat. Karena TNI bersama rakyat, maka benteng negara akan menjadi lebih kuat," tegasnya.
Baca Juga: Tersisa 15 Hari, Semangat Tanpo Sambat Jadi Energi Satgas TMMD Kodim 0725 Sragen
Selain jalan, sasaran fisik lainnya juga dikebut, mulai dari pembangunan talut sepanjang 150 meter, jamban sehat, hingga renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
Joni berharap, akses jalan yang kini mulus akan memangkas biaya angkut hasil panen dan mendongkrak pendapatan petani di Desa Puro secara signifikan.
Brigjen TNI Joni Pardede menambahkan bahwa TMMD edisi kali ini memiliki cakupan yang luas. Selain infrastruktur, pihaknya juga menitikberatkan pada persoalan krusial seperti penanganan stunting dan edukasi anti-narkoba.
"Sasarannya tidak hanya fisik, tapi juga non-fisik. Tinggal nanti disesuaikan dengan kebutuhan pemerintah setempat. Yang jelas, manfaatnya harus benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat," tandas Jenderal Joni.
Baca Juga: Buntut Korupsi Retribusi PKL di Karanganyar, DPRD Dorong Penerapan E-Retribusi
Tak jauh dari lokasi proyek fisik, nuansa haru dan bahagia menyelimuti kelurahan Kroyo. Satgas TMMD bersama Kodim 0725/Sragen menggelar khitanan massal bagi warga kurang mampu. Sebanyak 12 anak nampak antusias mengikuti kegiatan tersebut.
Salah satunya adalah Toha,10. Meski usianya masih belia, ia mengaku tidak takut.
"Senang, karena memang sudah lama ingin dikhitan," ungkapnya polos saat berbincang dengan anggota Satgas.
Apresiasi tinggi datang dari para orang tua. Narto,50, warga Kroyo yang mendampingi putranya, mengaku sangat terbantu dengan inisiatif TNI ini.
"Ini sangat membantu kami. Anak-anak jadi berani karena dikhitan bersama teman-temannya dalam suasana yang guyub," tuturnya.
Aksi nyata ini menjadi bukti bahwa kehadiran TNI di tengah masyarakat Sragen bukan sekadar menjalankan tugas negara, melainkan menjadi bagian dari keluarga besar yang saling menguatkan demi kesejahteraan bersama. (din/adi)
Editor : Adi Pras