Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Pemuda Disabilitas Mental Diduga Hanyut di Anak Sungai Bengawan Solo, Tim SAR Lakukan Pencarian Intensif

Ahmad Khairudin • Sabtu, 9 Mei 2026 | 09:13 WIB
Pemuda Disabilitas Mental Diduga Hanyut di Anak Sungai Bengawan Solo, Tim SAR Lakukan Pencarian Intensif (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)
Pemuda Disabilitas Mental Diduga Hanyut di Anak Sungai Bengawan Solo, Tim SAR Lakukan Pencarian Intensif (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM -  Suasana di Kampung Klumutan, Kelurahan Sine, Sragen, mendadak mencekam pada Jumat malam (8/5).

Seorang pemuda bernama Prahito Rochmad Alfian, 31, dilaporkan hilang setelah diduga terjatuh dan terseret arus Sungai Mungkung.

Hingga berita ini diturunkan (9/5), tim SAR Gabungan masih berjibaku melakukan pencarian di sepanjang aliran sungai yang dikenal memiliki banyak palung tersebut.

Peristiwa nahas itu diperkirakan terjadi sekitar pukul 20.30 WIB. Kabar hilangnya warga Dusun Grompolan, Desa Jambanan, Sidoharjo itu langsung memicu respons cepat dari Call Center PSC 119 Sukowati.

Baca Juga: Pastikan Kualitas TMMD Sragen, Brigjen Joni Pardede Lihat Langsung Infrastruktur Sawah hingga Senyum Anak-Anak Kroyo

Laporan awal masuk dari Polsek Sragen Kota yang meneruskan informasi warga mengenai adanya orang yang masuk ke sungai.

Korban Prahito diketahui memiliki riwayat medis epilepsi serta disabilitas mental.

Saat kejadian, pria dengan tinggi badan 165 cm tersebut mengenakan celana panjang cokelat tua.

Kondisi fisik dan riwayat kesehatan korban menjadi perhatian khusus bagi tim penyelamat di lapangan.

"Kami langsung mengirimkan tim responder dan Ambulans Rescue Medic Alfa 06 begitu menerima laporan. Setelah asessmen di lokasi dan koordinasi dengan saksi, operasi SAR resmi dibuka malam itu juga," ujar Sekretaris PSC 119 Kabupaten Sragen, dr. Nengah Adyana Oka Manuaba.

Pencarian hari pertama berlangsung hingga tengah malam. Dua unit Landing Craft Rubber (LCR) diterjunkan untuk menyisir radius 100-150 meter dari Lokasi Kejadian Pertama (LKP).

Namun, gelapnya malam dan karakteristik sungai yang menantang menjadi hambatan utama.

Berdasarkan evaluasi pukul 00.00 WIB tadi malam, tim mengidentifikasi beberapa titik krusial.

Diantaranya Kedalaman Air Rata-rata 80–100 cm. Hambatan Alami yakni Rumpun bambu (barongan) yang lebat di tikungan pertama sungai.

Kemudian Titik Rawan Adanya palung sungai (kedungan) dan tumpukan kayu melintang yang belum memberikan tanda-tanda keberadaan korban.

Selain itu Arus Deras Sisi timur sungai memiliki arus yang cukup kuat, sehingga menyulitkan penyisiran manual lewat air.

Lantas pada Hari Kedua ini Perluas Sabtu (9/5), intensitas pencarian ditingkatkan. Operasi SAR Gabungan yang melibatkan puluhan unsur relawan mulai dari BPBD, TNI/Polri, hingga organisasi relawan seperti SAR Himalawu dan MDMC—telah memulai apel pagi pukul 07.00 WIB.

"Rencana operasi hari ini difokuskan pada penyisiran air dan darat dengan radius hingga 300 meter dari titik awal," tambah dr. Oka.

Selain tim profesional, warga lokal juga dilibatkan untuk memetakan area-area tersembunyi di sepanjang sungai.

Sesuai prosedur, jika survivor ditemukan, tim medis telah menyiagakan ambulans PMI dan PSC 119 untuk mengevakuasi korban ke RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen. (din)

Editor : Nur Pramudito
#tim satelit #sragen #sungai bengawan solo