RADARSOLO.COM – Misteri hilangnya Prahito Rochmad Alfian, 31, di aliran Sungai Mungkung akhirnya terjawab dengan duka.
Setelah dilakukan pencarian intensif sejak Jumat malam (8/5/2026), pemuda asal Dukuh Grompolan, Desa Jambanan, Kecamatan Sidoharjo, Sragen ini ditemukan dalam kondisi tak bernyawa pada Sabtu (9/5/2026).
Sebuah ponsel yang masih dalam mode merekam video menjadi saksi bisu detik-detik terakhir sebelum korban melompat dari Jembatan Klumutan.
Baca Juga: Kejari Karanganyar Geledah Rumah dan Kantor Tersangka Dugaan Korupsi Retribusi PKL
Penemuan jasad korban bermula dari dimulainya kembali operasi SAR Gabungan pada pukul 07.30 WIB.
Setelah menyisir aliran sungai yang sempat menyulitkan tim pada malam sebelumnya, personel rescue akhirnya melihat sesosok tubuh terapung.
"Korban ditemukan sekitar pukul 08.31 WIB. Posisinya berada di aliran sungai, berjarak kurang lebih 200 meter dari lokasi awal korban diduga melompat," terang Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari melalui Kasat Reskrim AKP Catur Agus Yudo Praseno.
Baca Juga: Kepala Staff Kodim Sragen Apresiasi Jalan Baru Hasil TMMD yang Permudah Petani
Dugaan bunuh diri ini mencuat setelah Tim Inafis Satreskrim Polres Sragen melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Fakta mengejutkan ditemukan di atas jembatan.
Saat saksi mata bernama Suparman melintas pada Jumat malam pukul 21.00 WIB, ia menemukan sepeda motor Honda Beat hitam bernopol AD 3818 BEE terparkir tanpa pemilik.
Lebih memilukan, kunci motor masih menempel dan sebuah ponsel merek Oppo terletak di sampingnya. Saat dicek, ponsel tersebut dalam kondisi layar menyala dan sedang mengoperasikan fitur rekaman video.
Baca Juga: Kampus 3 UIN Raden Mas Said Mulai Dibangun di Karanganyar, Ini Fakultas yang Akan Dibuka
Temuan ini diperkuat dengan kesaksian warga lain, Khoirul Huda, yang sempat mendengar suara dentuman benda jatuh ke air saat ia berada di sekitar rumahnya yang tak jauh dari sungai.
Pasca evakuasi, jenazah PRA langsung dibawa ke RSUD dr. Soehadi Prijonegoro untuk menjalani visum oleh dokter forensik. Hasil pemeriksaan luar menunjukkan tidak adanya tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan pada tubuh korban.
Berdasarkan keterangan pihak keluarga kepada penyidik, korban memang memiliki riwayat penyakit epilepsi dan tengah rutin menjalani pengobatan.
Baca Juga: Titik Terang Nasib Pemuda Sragen di Taiwan, Andika Kini Diamankan di Shelter KDEI
Selain faktor kesehatan fisik, terungkap pula bahwa korban memiliki kerentanan psikis.
"Pihak keluarga menyampaikan bahwa korban sebelumnya juga pernah melakukan percobaan serupa (bunuh diri) pada tahun 2024," tambah AKP Catur.
Dengan ditemukannya jasad korban, Operasi SAR Gabungan resmi ditutup. Puluhan unsur relawan yang bersiaga sejak malam sebelumnya mulai ditarik dari lokasi.
Baca Juga: Imbas Kasus Keracunan dan Pelanggaran SOP, Operasional 5 SPPG di Klaten Diberhentikan Sementara
Meski indikasi kuat mengarah pada bunuh diri, Satreskrim Polres Sragen menegaskan tetap akan mendalami keterangan saksi-saksi untuk memastikan rangkaian peristiwa secara utuh.
Kini, jenazah telah diserahkan kepada pihak keluarga di Sidoharjo untuk dimakamkan. (din/adi)
Editor : Adi Pras