Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Tragedi Embung Sigit Tangen: Ibu Sempat Diminta Menunggu Sebelum Ikut Tenggelam

Ahmad Khairudin • Senin, 11 Mei 2026 | 09:27 WIB

 

Upaya penyelamatan salah satu korban tenggelam di Embung Sigit, Desa Sigit, Kecamatan Tangen, Sragen, Minggu (10/6/2026). (Ahmad Khairudin/Radar Solo)
Upaya penyelamatan salah satu korban tenggelam di Embung Sigit, Desa Sigit, Kecamatan Tangen, Sragen, Minggu (10/6/2026). (Ahmad Khairudin/Radar Solo)

 

RADARSOLO.COM – Teka-teki penyebab tenggelamnya ibu dan anak di Embung Sigit, Desa Sigit, Kecamatan Tangen, Sragen pada Minggu sore (10/5/2026) akhirnya terungkap.

Di balik duka mendalam keluarga asal Jaten, Karanganyar tersebut, terselip kisah dramatis tentang upaya penyelamatan yang berujung maut.

Berdasarkan data terbaru dari laporan resmi kepolisian, korban meninggal dunia diidentifikasi adalah Yasma Egi Okta Saputri, 27, dan putrinya yang baru berusia 6 tahun, Debia A, Arabella.

Baca Juga: Ibu dan Anak Tewas Tenggelam di Embung Sigit Tangen, Ayah Berhasil Selamat

Sementara sang suami, Irfan Agus Wahyudi, 28, berhasil selamat meski dalam kondisi syok berat.

Kronologi kejadian yang dihimpun tim di lapangan menunjukkan adanya upaya warga untuk menolong.

Saksi mata di lokasi, Joko Sunarto, yang saat itu sedang mencari rumput, sempat mendengar teriakan minta tolong dari arah embung sekitar pukul 14.30 WIB.

Baca Juga: Asyik Mancing, Tiga Pelajar di Jumantono Karanganyar Terjebak Air Bah

Joko melihat Irfan dan Debia sudah berada di dalam air. Ia sempat mencoba menolong menggunakan bambu dan tali, namun alat tersebut tidak menjangkau posisi korban. 

Merasa kewalahan, Joko memutuskan mencari bantuan ke desa. Joko sempat pesan pada sang ibu untuk menunggu di permukaan.

"Mbak, sampeyan nunggu kene wae, aku tak neng ndeso golek bantuan (Mbak, kamu di sini saja, saya ke desa cari bantuan)," pesan Joko kepada Yasma, sebelum berlari meninggalkan lokasi berdasarkan keterangan pada kepolisian.

Baca Juga: Kebersamaan di Balik Pengecoran Jalan, Satgas TMMD Sragen dan Warga Sarapan Bersama di Tengah Sawah

Nahas, diduga karena panik melihat suami dan anaknya bertaruh nyawa, Yasma tak kuasa hanya menunggu. Ia nekat terjun ke air demi menyelamatkan keluarganya.

Saat Joko kembali bersama warga dan membawa ban pelampung, sosok Yasma sudah tidak terlihat di permukaan.

Proses evakuasi berlangsung dramatis melibatkan tim gabungan dari Puskesmas Tangen, Inafis Satreskrim Polres Sragen, TNI, Polri, serta Relawan Ganefo. Setelah dilakukan pencarian intensif, ibu dan anak tersebut ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Baca Juga: Update Harga Emas Antam Hari Ini 11 Mei 2026 Anjlok Rp20.000 per Gram, Cek Daftar Terbaru

Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari mengungkapkan dari hasil olah TKP dan pemeriksaan medis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh kedua korban.

"Hasil visum luar dari tim medis Puskesmas Tangen dan Inafis menunjukkan korban meninggal murni karena laka air (tenggelam). Pihak keluarga juga sudah menerima kejadian ini sebagai musibah dan keberatan dilakukan autopsi," terang Kapolres, Senin (11/5/2026).

Setelah proses identifikasi dan visum selesai, kedua jenazah langsung dievakuasi menggunakan ambulans PSC 119 Puskesmas Tangen.

Baca Juga: Link Nonton One Piece 1161 Sub Indo: Perjanjian Berbahaya Loki dan Luffy, Ada Hubungannya dengan Shanks?

Meski beralamat domisili di Tundungan, Desa Sroyo, Karanganyar, jenazah dibawa ke rumah duka di Dukuh Sidorejo, Desa Ngrombo, Kecamatan Tangen, atas permintaan keluarga untuk disemayamkan.

Dari kejadian ini, Polisi mengimbau warga untuk ekstra waspada terhadap kedalaman air embung, terutama saat membawa anak-anak. (din/adi) 

Editor : Adi Pras
#karanganyar #Embung Sigit #sragen #tangen #Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari