RADARSOLO.COM – Kesabaran warga Desa Bumiaji, Kecamatan Gondang, Sragen mencapai puncaknya. Puluhan warga mendatangi manajemen pabrik DMST (Duta Merlin Sandang Textile) untuk melayangkan protes keras terkait polusi udara yang kian mengkhawatirkan, Senin (11/5/2026).
Debu dan asap sisa produksi dinilai mulai mengganggu kesehatan serta aktivitas sehari-hari.
Kepala Desa Bumiaji, Budiyono membenarkan adanya aksi penyampaian aspirasi tersebut. Menurutnya, masalah polusi ini sebenarnya bukan barang baru.
Baca Juga: Satgas TMMD Sragen Hadir di Sekolah, Bangun Karakter Siswa SDN IV Plumbungan
Namun, dalam satu hingga dua bulan terakhir, kondisinya memburuk secara signifikan.
"Polusi ini sudah berjalan lama. Tapi puncaknya satu-dua bulan belakangan, dampaknya terasa sangat pekat," ujar Budiyono.
Budiyono merinci, setidaknya ada tiga RT yang berada dalam zona merah dampak langsung polusi tersebut.
Baca Juga: Kodim 0727 Karanganyar Serahkan 30 Mobil Operasional KDKMP, Dandim: Bukan untuk Operasional Kades
Wilayah yang terdampak berada dalam radius sekitar 300 hingga 500 meter dari titik pabrik. Warga mulai mengeluhkan sesak napas dan debu yang menempel di hunian mereka.
Dia menyayangkan sikap manajemen yang selama ini terkesan lambat merespons aduan perangkat desa.
"Sebelumnya selalu ada keluhan warga. Sudah saya sampaikan berkali-kali ke pihak pabrik, tapi tidak kunjung ada tindak lanjut yang nyata," tegasnya.
Baca Juga: Tragedi Embung Sigit Tangen: Ibu Sempat Diminta Menunggu Sebelum Ikut Tenggelam
Dalam pertemuan yang berlangsung di lokasi pabrik tersebut, pihak manajemen DMST akhirnya bersuara.
Mereka berjanji akan melakukan perbaikan sistem pengolahan limbah udara secara bertahap. Targetnya, pembenahan tersebut selesai dalam kurun waktu dua minggu ke depan.
"Dari manajemen sendiri menjanjikan 2 minggu," tandasnya.
Meski didesak warga, operasional pabrik dipastikan tetap berjalan. Budiyono menyebut pihak manajemen keberatan jika harus menghentikan produksi total.
Baca Juga: Asyik Mancing, Tiga Pelajar di Jumantono Karanganyar Terjebak Air Bah
"Pihak manajemen beralasan kalau produksi dihentikan, dampaknya akan langsung dirasakan oleh para pekerja pabrik di sana. Jadi mereka memilih opsi perbaikan teknis sambil jalan," imbuhnya.
Kini, warga Desa Bumiaji hanya bisa memegang janji manis manajemen. Mereka berharap kali ini ada langkah konkret agar lingkungan sehat. (din/adi)
Editor : Adi Pras