RADARSOLO.COM - Kabar mengejutkan datang dari dunia pendidikan di Bumi Sukowati.
Ruangan kelas MTs Muhammadiyah (MTsM) 4 Karanganyar yang berlokasi di Dukuh Bulu, Desa Karanganyar, Kecamatan Sambungmacan, Sragen, dilaporkan ambruk pada Selasa (12/5) pagi ini.
Insiden tersebut terjadi tepat saat aktivitas belajar mengajar dikabarkan sudah dimulai.
Kondisi ini memicu kekhawatiran mendalam mengenai keselamatan para siswa dan tenaga pengajar yang berada di lingkungan sekolah saat kejadian berlangsung.
Baca Juga: Warga Bumiaji Geruduk Pabrik DMST Sragen, Protes Polusi Udara yang Kian Pekat
Sekretaris Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sragen, Wawan Suranto, membenarkan peristiwa memilukan tersebut.
Pihaknya mengaku telah menerima laporan mengenai ambruknya bangunan sekolah di wilayah timur Sragen itu.
"Benar, kejadian tersebut (gedung ambruk) memang ada. Saat ini kami sedang dalam perjalanan menuju lokasi untuk memastikan kondisi di lapangan," ujar Wawan saat dikonfirmasi pagi ini.
Hingga berita ini diturunkan, fokus utama di lokasi kejadian adalah upaya penyelamatan.
Petugas gabungan dibantu warga sekitar masih terus berjibaku melakukan proses evakuasi di antara puing-puing bangunan.
Terkait ada tidaknya korban jiwa maupun luka dalam musibah ini, Wawan menyebut belum ada data resmi yang masuk.
"Informasi mengenai korban masih belum masuk laporannya. Harapan kami tentu semua selamat. Semoga tidak ada korban jiwa," imbuhnya dengan nada penuh harap.
Belum diketahui secara pasti apa penyebab utama ambruknya gedung MIM Karanganyar tersebut.
Apakah karena faktor usia bangunan yang sudah lapuk atau ada faktor teknis lainnya.
Pihak PDM Sragen bersama otoritas terkait akan segera melakukan investigasi dan pendataan lebih lanjut setelah proses evakuasi rampung dilakukan.
Kondisi terkini di lokasi menunjukkan kerumunan warga dan wali murid yang cemas menunggu kabar terbaru dari proses evakuasi yang masih berjalan cukup alot. (din)
Editor : Nur Pramudito