Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Antrean Bantuan Pangan di Sragen Kulon Mengular, Beras dan Minyak Ludes

Ahmad Khairudin • Selasa, 19 Mei 2026 | 18:48 WIB

 

Warga antre sembako di Kelurahan Sragen Kulon, Kecamatan Sragen, Selasa (19/5/2026). (Ahmad Khairudin/Radar Solo)
Warga antre sembako di Kelurahan Sragen Kulon, Kecamatan Sragen, Selasa (19/5/2026). (Ahmad Khairudin/Radar Solo)

 

RADARSOLO.COM – Pendistribusian bantuan pangan dari Bulog untuk warga miskin di Kelurahan Sragen Kulon, Kecamatan Sragen berjalan lancar meski antrean cukup panjang.

Sempat diwarnai kendala administrasi, pihak kelurahan harus melakukan kerja ekstra lantaran ratusan data penerima manfaat sempat tidak tercantum detail alamat yang jelas.

Pantauan di lokasi Selasa (19/5/2026) antrean cukup panjang dan mengular. Namun masyarakat tampak bahagia lantaran mendapat beras dan minyak gratis.

Baca Juga: Lokasi Sumur Bor TMMD Kodim 0725 Sragen di Karangmalang Ditanami Bibit Pohon Durian

Pelaksana tugas (Plt) Lurah Sragen Kulon Yuni Kusumawati mengungkapkan, dalam penyaluran kali ini, pihaknya menerima gelontoran logistik yang diangkut menggunakan empat armada truk dari Bulog.

Tiga truk membawa komoditas beras, sementara satu truk lainnya mengangkut minyak goreng kemasan merek MinyaKita. Setelah dilakukan penghitungan manual di lapangan, seluruh logistik dipastikan klop dengan data manifes.

”Total ada 1.538 calon penerima manfaat (CPM) di wilayah kami yang masuk dalam kategori keluarga miskin. Untuk kuantum beras, total yang kami salurkan mencapai 30.760 kilogram (kg), sedangkan untuk minyak goreng sebanyak 6.152 liter,” beber Yuni saat ditemui di ruang kerjanya.

Baca Juga: Nama-nama yang Lolos Seleksi JPTP Pemkab Karanganyar

Setiap keluarga penerima manfaat (KPM) berhak membawa pulang paket bantuan berupa 20 kg beras yang dikemas dalam dua karung masing-masing 10 kg serta 4 liter minyak goreng.

Mengingat banyaknya barang bawaan, Yuni mengimbau warga untuk membawa wadah atau goodie bag mandiri dari rumah agar tidak kerepotan saat membawa pulang bantuan.

Namun, di balik lancarnya distribusi yang ditargetkan rampung dalam dua hari ini, Yuni membeberkan adanya kendala klasik terkait pemutakhiran data P3KE (Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem) yang bersumber dari dinas sosial.

Baca Juga: Mandi di Sungai Sengkarang, Remaja asal Pekalongan Meninggal Terseret Arus

Dari total 1.538 penerima, terdapat sekitar 300-an warga yang identitas alamatnya buram, hanya tertulis RT 00 / RW 00, meski nomor induk kependudukannya (NIK) tercantum.

”Ini yang membuat staf di depan harus kerja dua kali. Kami harus memilah dan mengecek ulang satu per satu secara digital lewat aplikasi Personal In Charge (PIC). Begitu NIK dimasukkan, barulah ketahuan alamat aslinya, misalnya di Mojo Kulon RT sekian RW sekian. Setelah klir, baru kami tulis manual di pojok berkas untuk memudahkan distribusi ke tingkat RT,” urai Yuni secara detail.

Seluruh penerima bantuan kali ini dipastikan berada di klaster desil 1 hingga desil 4, yang merujuk pada regulasi terbaru mengenai standarisasi keluarga miskin.

Baca Juga: Penerima Jamban Sehat TMMD Kodim 0725 Sragen Tak Lagi BAB ke Sungai

Menariknya, di tengah antrean warga yang memadati kantor kelurahan, Yuni melihat ada kesadaran moral di kalangan masyarakat.

Ia menceritakan, baru-baru ini ada seorang warga yang secara sukarela mendatangi dirinya untuk menandatangani surat pernyataan mundur dari daftar penerima bantuan.

”Warga tersebut secara sadar mengaku bahwa kondisinya saat ini sudah berdaya dan mandiri, sudah punya pekerjaan yang layak untuk menghidupi keluarga. Ini paradigma yang luar biasa. Harapan kita secara makro, masyarakat yang sudah mandiri memang harus didorong untuk bangga karena tidak lagi bergantung pada bantuan,” tandasnya. (rud/adi)

Editor : Adi Pras
#keluarga penerima manfaat #kemiskinan ekstrem #sragen #bulog #Sembako