Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Polres Sragen Tanam Pohon Langka Padmonobo di Lingkungan Mapolres

Ahmad Khairudin • Sabtu, 30 Mei 2026 | 15:12 WIB
Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari tanam pohon langka Padmonobo di kawasan Mapolres Sragen, Jumat (30/5/2026). (ISTIMEWA)
Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari tanam pohon langka Padmonobo di kawasan Mapolres Sragen, Jumat (30/5/2026). (ISTIMEWA)

 

RADARSOLO.COM-Jajaran Polres Sragen melaksanakan kegiatan konservasi vegetasi endemik dengan menanam pohon langka berjenis Padmonobo atau yang akrab disebut warga sebagai pohon Tlogosari.

Agenda penanaman bibit pohon tersebut dilangsungkan di dalam lingkungan halaman Mapolres Sragen, Jumat (29/5/2026).

Aksi penghijauan ini dipimpin langsung oleh Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari, didampingi oleh seluruh jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres Sragen.

Baca Juga: KPK-BPKP Beda Suara Soal Lahan Panularan, DPRD Solo Wanti-Wanti Hibah Tanah untuk RS Kejaksaan Jangan Jadi Masalah Hukum

Kegiatan ini merupakan langkah kelanjutan konkrit dari gerakan lingkungan hidup "Sragen Regency Tour / Sragen Adventure" yang sebelumnya telah diinisiasi bersama Yayasan Pastika Kabupaten Sragen pada momentum Hari Bumi, 10 Mei 2026 lalu.

Secara morfologi botani, pohon Padmonobo memiliki struktur visual yang sekilas menyerupai karakteristik pohon Pule atau Walisongo.

Kendati demikian, jenis tanaman ini mengantongi ciri khas unik yang membedakannya dengan varietas lain.

Yakni pola pertumbuhan jumlah helai daunnya yang konstan berada pada angka 5, 6, atau 7 helai di setiap satu klaster tangkai.

Bagi struktur kebudayaan masyarakat Jawa tradisional, bilangan jumlah daun tersebut kerap dikaitkan dengan simbol kosmologi spiritual.

Angka lima merepresentasikan prinsip Kiblat Papat Limo Pancer sebagai simbol keseimbangan hidup.

Baca Juga: Bursa Transfer Liga 1: Zanadin Fariz dan Althaf Alrizky Dirumorkan Sepaket Merapat ke Klub Ini, Begini Respon Agen Pemain

Sedangkan angka tujuh (pitu) dimaknai sebagai simbol permohonan pertolongan (pitulungan) kepada Sang Pencipta.

Nomenklatur Tlogosari sendiri secara filosofis diartikan sebagai inti atau bunga yang berada di tengah telaga yang jernih.

“Padmonobo bukan sekadar vegetasi langka, tetapi simbol spiritualitas dan identitas budaya masyarakat Sukowati yang harus dijaga bersama,” kata Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari.

Berdasarkan pemetaan data cagar budaya daerah, populasi pohon Padmonobo di Kabupaten Sragen umumnya teridentifikasi tumbuh di kawasan-kawasan yang memiliki keterkaitan dengan rekam jejak sejarah dan situs petilasan masa lalu.

Baca Juga: Ini Daftar Lengkap Skuad Persiharjo di Liga 4 Nasional Piala Presiden 2026, Laskar Honggopati Siap Tempur

Beberapa titik habitat alami pohon Padmonobo di wilayah Sragen antara lain:

  1. Dukuh Glagah, Desa Blangu, Kecamatan Gesi: Berdasarkan narasi babad lokal, pohon ini awalnya diidentifikasi tumbuh di area titik tengah (pusar) kawasan Gunung Gendeng, yang kemudian diserap menjadi dasar penamaan asal kata Padmanaba.

  2. Kawasan Makam Butuh, Kecamatan Plupuh: Kompleks pemakaman historis yang erat kaitannya dengan rekam jejak tokoh Joko Tingkir atau Sultan Hadiwijaya.

  3. Kawasan Mojoroto, Kecamatan Sambirejo: Tepat berada pada area situs petilasan Ki Ageng Srenggi yang lokasinya berdekatan dengan area bumi perkemahan pramuka daerah.

Keberadaan vegetasi ini di area-area cagar budaya memperkuat indikasi teoretis bahwa pohon Padmonobo pada masa lampau secara sengaja digunakan oleh para leluhur sebagai tanda pembatas fisik untuk menandai area suci atau kawasan sakral.

“Menjaga alam sejatinya adalah menjaga warisan leluhur dan menjaga masa depan generasi berikutnya,” pungkas AKBP Dewiana Syamsu Indyasari. (din)

 

 

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#pohon langka #pohon padmonobo #pelestarian lingkungan #Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari #Mapolres Sragen