Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Buruh di Sragen Dibegal Lima Pemuda secara Sadis, Kepala Diinjak dan Dagu Disayat Karambit

Ahmad Khairudin • Selasa, 2 Juni 2026 | 16:32 WIB
Tampang kawanan begal sadis di Sukodono, Sragen yang ditangkap polisi. (Ahmad Khairudin/Radar Solo)
Tampang kawanan begal sadis di Sukodono, Sragen yang ditangkap polisi. (Ahmad Khairudin/Radar Solo)

 

RADARSOLO.COM – Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Polres Sragen berhasil menggulung komplotan begal sadis yang kerap meresahkan warga.

Hanya dalam hitungan jam setelah menerima laporan, empat dari lima pelaku pencurian dengan kekerasan (curas) ini berhasil diringkus aparat gabungan.

​Aksi brutal komplotan ini menimpa Seftian Dwicahyo, 28, seorang buruh pabrik asal Kecamatan Sukodono.

Korban dikeroyok secara keji saat tengah beristirahat di sebuah gudang bekas penggilingan padi di Ngawen, Desa Majenang, Kecamatan Sukodono, Selasa (26/5/2026) sekitar pukul 03.00 WIB.

Baca Juga: 15 Tahun Tanpa Peremajaan, Mesin Cetak e-KTP Sragen Mulai Ngos-ngosan

​Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari menegaskan, keberhasilan ini merupakan buah dari gerak cepat tim gabungan yang terdiri atas Resmob Polres Sragen, Satintelkam, serta Unit Reskrim Polsek Tanon dan Sukodono.

”Begitu laporan kami terima, Tim URC langsung bergerak melakukan penyelidikan di lapangan. Hasilnya, para pelaku berhasil kami identifikasi dan langsung diamankan,” tegas Dewiana, Selasa (2/6/2026).

​Dari data yang dihimpun, komplotan ini berbagi peran secara sadis saat mengeksekusi korbannya. Otak dari aksi kekerasan ini diduga adalah R.E.W.N., 27, warga Kecamatan Gesi.

Baca Juga: Pemakaman Wanita Obesitas di Karanganyar Libatkan Crane, Bobot Capai 175 Kg

Pemuda ini menghantam kepala korban dengan tangan kosong, memukulnya dengan senjata pemukul jenis benekel (keling) lebih dari dua kali, hingga menyayat dagu dan leher korban menggunakan pisau karambit.

​Aksi R.E.W.N. dibantu oleh I.A., 22, yang bertugas memiting leher dan memukul dada korban.

Tak ketinggalan, seorang remaja di bawah umur berinisial B.N.R., 17, ikut melayangkan bogem mentah ke dada korban.

Baca Juga: Sekolah Rakyat Jenjang SD di Sragen Minim Peminat, Hanya Tiga Siswa di Tahun Ajaran Baru

Sementara itu, satu pelaku lain berinisial P yang saat ini masih buron (DPO) secara tega menginjak-injak kepala korban yang sudah terkapar tidak berdaya.

​Menariknya, salah satu pelaku berinisial F.A.S., 19, justru berada di lokasi untuk memisahkan rekan-rekannya saat senjata tajam mulai diarahkan ke tubuh korban.

Setelah korban lemas, komplotan ini menggasak tas selempang berisi ponsel Vivo Y22 dan sejumlah uang tunai. Total kerugian korban ditaksir mencapai Rp 1,25 juta.

Baca Juga: Hasil Musancab PDIP Karanganyar Dikritik: Orang Baru Masuk Struktur, Dinilai Rusak Jati Diri Partai

”Kami tidak akan memberikan ruang sedikit pun bagi pelaku kejahatan jalanan yang meresahkan masyarakat. Kami berkomitmen menjaga situasi kamtibmas di Sragen tetap kondusif,” imbuh kapolres.

​Selain mengamankan empat tersangka, polisi juga menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya satu bilah pisau karambit, benekel, ponsel milik korban, serta sepeda motor Honda Scoopy yang digunakan para pelaku untuk beraksi.

​Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, para pelaku kini mendekam di sel tahanan Mapolres Sragen.

Mereka dijerat dengan Pasal 479 ayat (1) UU RI Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP terkait tindak pidana pencurian dengan kekerasan. Sementara itu, satu pelaku berinisial P masih terus diburu oleh tim buser. (din/adi)

Editor : Adi Pras
#sukodono #begal #curas #sragen #polres sragen