RADARSOLO.COM – Satreskrim Polres Sragen berhasil mengamankan seorang terduga pelaku pembunuhan sekaligus perampokan siswa SD di Dukuh Bromoasri, RT 023, Desa Dawung, Kecamatan Jenar, Sragen, Jumat (5/6/2026) lalu.
Pelaku yang diketahui merupakan seorang residivis yakni Suparman, diringkus di wilayah Kecamatan Gondang pada Selasa malam (9/6/2026).
Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari menjelaskan, pihak kepolisian bergerak cepat setelah menerima laporan.
Baca Juga: Akhir Kisah Emak-Emak di Sumberlawang Sragen yang Minta Rp 1 Juta ke Pemilik Dompet Hilang
Melalui analisis digital dan pelacakan rekaman closed circuit television (CCTV) di sekitar lokasi kejadian, petugas berhasil mengidentifikasi dan melacak keberadaan pelaku.
”Benar, sudah ditangkap untuk pelaku tadi malam di wilayah Gondang. Untuk sementara ini baru ada satu pelaku yang diamankan, namun masih terus kita kembangkan lagi,” ujar Dewiana saat dikonfirmasi, Rabu (10/6/2026).
Selain mengamankan Suparman, petugas juga telah berhasil menyita seluruh barang bukti yang berkaitan dengan tindak pidana tersebut.
Saat ini, S tengah menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Sragen untuk mengungkap motif dan kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain.
Di sisi lain, penangkapan ini sekaligus menepis isu liar yang sempat beredar luas di media sosial. Sebelumnya, netizen sempat berspekulasi dan menyudutkan keluarga terdekat korban.
Kapolres menegaskan, pelaku tidak memiliki hubungan darah atau ikatan keluarga dengan korban maupun ibu korban.
Baca Juga: Dua Pemancing Tenggelam di Bendung Karet Demak: Satu Ditemukan Meninggal, Satu Masih dalam Pencarian
Namun demikian, dia tidak menampik bahwa pelaku mengenal salah satu anggota keluarga korban.
”Untuk hubungan keluarga tidak ada. Namun, yang jelas dia memang kenal dengan ayah tiri korban. Hubungan kenal dengan orang tua korban ini yang masih terus kita dalami,” tegasnya.
Pihak Polres Sragen meminta masyarakat untuk tidak berspekulasi lebih jauh dan bersabar menunggu hasil penyidikan secara utuh.
”Saat ini masih pemeriksaan lanjut. Jika semua pemeriksaan sudah rampung dan hasilnya sudah fix, segera kita rilis secara resmi agar informasinya lengkap,” tandasnya.
Seperti diketahui, tragedi perampokan menimpa Bilqis, siswa SD. Bilqis meregang nyawa penuh luka sabetan senjata tajam. Perampokan terjadi siang hari di saat kedua orang tuanya bekerja. (din/adi)
Editor : Adi Pras