RADARSOLO.COM – Penyelidikan mendalam yang dilakukan jajaran Satreskrim Polres Sragen tidak hanya berhasil mengamankan tersangka, Suparman.
Tetapi juga menguak fakta. Pelaku ternyata merupakan seorang pembunuh berantai berdarah dingin yang memiliki rekam jejak kriminalitas yang amat kelam.
Aksi kejinya di Jenar baru-baru ini dipastikan menjadi aksi berdarah ketiga yang ia lakukan dengan modus serupa. Pelaku mengincar harta lalu menghabisi nyawa korban tanpa ampun.
Baca Juga: Jejak Sadis Pelaku Pembunuhan di Jenar Sragen, Habisi Korban Demi Motor Rp 1 Juta
Berdasarkan data yang dihimpun Radarsolo.com, Suparman merupakan residivis kambuhan untuk kasus pencurian dengan kekerasan (curas).
Sebelum beraksi di Jenar, ia tercatat sudah dua kali melakukan aksi pembunuhan sadis di wilayah hukum Polres Sragen.
Aksi pertamanya dilakukan pada medio 2003/2004 silam. Kala itu, korbannya adalah seorang perempuan yang dihabisi secara keji.
Baca Juga: Pilkades Serentak Karanganyar: Komisi A Soroti Minimnya Anggaran, Ini Jawaban Pemkab
Akibat perbuatannya, Suparman sempat mendekam di balik jeruji besi lembaga pemasyarakatan (lapas) dan baru menghirup udara bebas sekitar tahun 2009 atau 2010.
Bukannya bertobat, jeruji penjara tampaknya tak membuat pelaku jera. Hanya berselang sekitar dua tahun setelah bebas, tepatnya pada 2012, ia kembali melakukan pembunuhan berdarah.
Korban keduanya diketahui merupakan seorang waria. Sama seperti aksi pertama dan ketiganya, korban kembali dibunuh untuk menguasai barang berharga milik korban.
Baca Juga: Polres Sragen Bekuk Tersangka Pembunuhan Siswa SD di Jenar, Pelaku Kenal Ayah Tiri Korban
”Jadi, ini adalah korban meninggal yang ketiga di tangan pelaku. Kasusnya sama, pencurian dengan kekerasan yang korbannya semua meninggal dunia setelah dianiaya secara keji,” tegas Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari.
Kapolres menyebut, saat melancarkan aksinya, Suparman dalam kondisi sadar sepenuhnya. Aksinya tidak di bawah pengaruh minuman keras. (din/adi)
Editor : Adi Pras