RADARSOLO.COM – Pelayanan kesehatan bagi peserta BPJS Kesehatan kembali mendapat sorotan tajam. Kali ini, keluhan datang dari keluarga Wiwik Wijayanto, 60, seorang pasien yang menyayangkan adanya penarikan biaya tambahan untuk cek laboratorium di Instalasi Gawat Darurat (IGD) salah satu rumah sakit di Sragen.
Peristiwa ini bermula pada Jumat (12/6/2026), saat pasien dirujuk atau disarankan oleh dr. Rahmat Nugroho dari RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen untuk melanjutkan penanganan ke RS PKU Muhammadiyah Masaran.
Sejak awal kedatangan di IGD RS PKU Muhammadiyah Masaran, pihak keluarga sudah menegaskan bahwa pasien menggunakan fasilitas BPJS Kesehatan. Namun, kejanggalan mulai dirasakan keluarga saat petugas medis menyarankan tindakan cek laboratorium ulang.
Baca Juga: SPMB 2026 Kabupaten Sragen Dimulai: TK-SD Wajib Luring, SMP Lewat Jalur Online
Petugas berdalih, pemeriksaan lab di RSUD Sragen sebelumnya baru mencakup glukosa darah dan fungsi ginjal, sehingga diperlukan pemeriksaan tambahan yang belum tercakup. Pihak keluarga pun menyetujui tindakan tersebut demi kesembuhan pasien.
Kejutan bagi keluarga terjadi setelah pemeriksaan selesai. Petugas RS PKU Muhammadiyah Masaran menyatakan bahwa tes laboratorium tersebut tidak ditanggung oleh BPJS Kesehatan.
Pasien pun diminta menyelesaikan pembayaran secara mandiri di kasir dengan alasan kondisi pasien saat itu "bukan gawat darurat".
Baca Juga: Tunjang Akses Asrama Atlet NPC, DPUPR Karanganyar Usulkan Tiga Jalur Alternatif ke Pusat
Hal ini sontak memicu tanda tanya besar dan penyesalan dari pihak keluarga. Pasalnya, pasien datang berdasarkan saran medis dari dokter di RSUD Sragen dan status kepesertaan BPJS-nya pun aktif serta sudah didaftarkan sejak awal.
Kerabat pasien Suyatno menyayangkan mekanisme transparansi dan prosedur yang diterapkan pihak rumah sakit. Ia menilai ada pola yang janggal dalam penanganan pasien jaminan sosial seperti ini.
”Nilainya mungkin tidak seberapa, tapi caranya itu yang tidak baik. Kabarnya, pasien lain juga ada yang kerap mengeluhkan langkah dan praktik seperti itu,” ujar Suyatno dengan nada kecewa.
Baca Juga: Cara Cek Desil lewat Google, Untuk Pastikan Diri Masuk Kelompok Penerima Bansos Juni 2026
Sementara itu, Direktur Utama RSU PKU Muhammadiyah Sragen Widhy Puji Hartanto menyampaikan manajemen telah bergerak cepat merespons situasi yang ada.
Pihak internal rumah sakit langsung melakukan evaluasi menyeluruh serta pembenahan terhadap poin-poin yang menjadi perhatian publik.
”Saat ini seluruh pelayanan dan operasional rumah sakit berjalan dengan baik serta sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujar dr. Widhy dalam keterangan tertulis.
Baca Juga: Sidak Proyek Sekolah Rakyat Sragen, Menteri PU Dody Hanggodo Temukan Banyak Pekerja Libur
Dia menambahkan bahwa RSU PKU Muhammadiyah Sragen terus memegang komitmen kuat untuk meningkatkan mutu pelayanan, menjaga keselamatan pasien, serta memperketat kepatuhan terhadap regulasi dan tata kelola rumah sakit yang berlaku.
Pihak manajemen juga menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam atas perhatian, masukan, serta kepercayaan yang terus diberikan oleh masyarakat.
Pembenahan ini diharapkan dapat menjadi momentum bagi rumah sakit untuk terus konsisten memberikan pelayanan kesehatan yang aman, profesional, dan terbaik. (din/adi)
Editor : Adi Pras