RADARSOLO.COM – Kondisi infrastruktur jalan di Kabupaten Sragen mendapat perhatian serius dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
Jalur kabupaten yang kerap dilewati kendaraan bertonase lebih atau over dimension over loading (ODOL) dituding menjadi biang kerok rusaknya akses jalan. Termasuk jalur yang menuju ke Sekolah Rakyat.
Menyikapi hal tersebut, Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bakal menyiapkan langkah strategis untuk menyelamatkan aset jalan daerah yang rusak demi mendukung kelancaran aktivitas pendidikan. Pemerintah pusat siap turun tangan melalui program Inpres Jalan Daerah (IJD).
Baca Juga: Puluhan Wali Murid Datangi Posko SPMB Sragen, Keluhkan Kendala Jalur Afirmasi PIP
Dia menjanjikan jalan yang sempat ia tinjau di wilayah Sragen sebagian besar berstatus sebagai jalan kabupaten, bukan jalan nasional.
Saat melintasi jalur tersebut, dirinya menyaksikan langsung bagaimana kendaraan-kendaraan besar yang melebihi kapasitas muatan melenggang bebas.
”Tadi kalau kita lihat yang lewat, ya itu... ODOL. Begitu banyak ODOL lewat situ. Ya itu nanti yang jadi masalah utama (kerusakan jalan),” ujarnya saat ditemui di sela-sela kunjungan kerja di Sragen.
Baca Juga: Power Bank Meledak, Rumah Warga Tawangmangu Terbakar: Satu Orang Luka
Kondisi ini berbanding terbalik dengan jalur nasional. Menurut data Kementerian PU, tingkat kemantapan jalan nasional saat ini sudah sangat prima.
”Kalau kondisi jalan nasional mantap, posisinya sudah 96 persen,” imbuhnya.
Pihaknya berencana memberikan stimulus anggaran untuk perbaikan jalan daerah yang rusak parah melalui program IJD.
Baca Juga: 10 Proyek Strategis di Sragen Telan Anggaran Rp 57,7 Miliar, Mayoritas Infrastruktur Jalan
”Oh kalau itu (stimulus) pasti nanti kita atensi, paling lewat Inpres Jalan Daerah (IJD) 2026," tegasnya.
Prioritas perbaikan ini salah satunya akan disasarkan pada akses jalan di sekitar Sekolah Rakyat. Jalur-jalur tersebut kerap kali menjadi perlintasan truk material pembangunan yang memicu kerusakan dini sebelum proyek pendidikan itu sendiri rampung sepenuhnya.
Menteri PU menekankan pentingnya sinkronisasi pembangunan agar proyek fisik sekolah tidak justru mengorbankan fasilitas publik di sekitarnya. Jangan sampai, gedung sekolahnya jadi, namun akses jalannya hancur lebur.
Baca Juga: ASN Pemkab Karanganyar Tersangka Calo Pegawai BUMD Belum Ditahan, Ini Alasan Polisi
”Pasti, salah satu titik prioritasnya di situ. Mana Sekolah Rakyat yang selesai, kita biasanya siapkan IJD-nya. Sehingga pembangunan itu tidak harus merusak infrastruktur yang sudah ada. Kira-kira begitu,” tandasnya. (din/adi)
Editor : Adi Pras