Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Satgas MBG Sragen Dukung Kejari Pelototi 117 SPPG

Ahmad Khairudin • Rabu, 24 Juni 2026 | 18:38 WIB
Siswa SD di Sragen menikmati sajian menu makan bergizi gratis (MBG) dari pemerintah. (Ahmad Khairudin/Radar Solo)
Siswa SD di Sragen menikmati sajian menu makan bergizi gratis (MBG) dari pemerintah. (Ahmad Khairudin/Radar Solo)

 

RADARSOLO.COM – Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Sragen tidak menampik adanya aroma tidak sedap dalam pelaksanaan program nasional di wilayahnya. Satgas pun menyambut baik upaya Kejaksaan Negeri (Kejari) Sragen melakukan penyelidikan.

”Bagus (kalau dibidik Kejaksaan,red), maturnuwun. Kami dari satgas berharap (penyelidikan) jangan sampai menyasar ke bawah. Kalau ke bawah, kira-kira habis semua,” ujar Ketua Satgas MBG Kabupaten Sragen Suroto, Rabu (24/6/2026).

Wakil bupati Sragen ini mengungkapkan, dari data Satgas MBG Sragen, saat ini terdapat 117 SPPG yang sudah beroperasi.

Baca Juga: HUT Bhayangkara ke-80, Polres Sragen Berikan Layanan Kesehatan Gratis bagi Warga Kurang Mampu dan Bantuan Anak Yatim

Sementara itu, 15 SPPG masih melengkapi berkas administrasi, dan 40 lainnya masih dalam tahap pembangunan fisik.

Di tengah masifnya angka tersebut, Suroto mengakui adanya dapur-dapur yang berdiri  tanpa menyelesaikan urusan izin.

”Ini carut-marut ora karu-karuan (tidak karuan). Petunjuk pelaksana dan petunjuk teknis (juklak-juknis) sistem di BGN pusat itu berantakan,” kritiknya tajam.

Baca Juga: Empat SDN di Karanganyar Minim Pendaftar, Disdikbud Berdalih Berada di Wilayah Pinggiran

Meski didera masalah sistemik, Sragen diklaim menduduki peringkat kedua terbaik dalam hal tingkat keberhasilan pelaksanaan SPPG di Jawa Tengah selama 1,5 tahun terakhir.

Catatan hitam di Sragen sejauh ini "hanya" diwarnai oleh kasus keracunan masal yang sempat terjadi di Kecamatan Gemolong, beberapa waktu lalu.

Pihaknya berencana mengumpulkan seluruh elemen, mulai dari yayasan, mitra, hingga kepala SPPG dalam waktu dekat jika belum ada keputusan konkret dari Kepala BGN yang baru.

Baca Juga: Komplotan Begal Sadis di Sukodono Sragen Digulung, DPO Terakhir yang Masih di Bawah Umur Akhirnya Diringkus

”Masyarakat dan mitra semua sedang menunggu kepastian operasional," tegas Suroto.

Budiono Rahmadi, salah satu mitra Dapur SPPG di Sragen mendukung jika kejari bekerja untuk mensukseskan program MBG. Lantas meminta semua pihak menyikapi situasi ini dengan bijak.

Menurutnya, konsep awal program MBG Presiden RI sangat mulia untuk memfasilitasi kebutuhan gizi siswa sekolah secara merata tanpa memandang status sosial.

Baca Juga: Minyak Goreng Bantuan Berbau Minyak Tanah dan Solar, Ratusan KPM di Karanganyar Pilih Kembalikan Paket

Namun, nafsu untuk mengejar target secara instan membuat program ini justru kedodoran di lapangan.

Ia membeberkan, selain kasus keracunan, publik saat ini dihebohkan dengan praktik culas berupa jual beli titik dapur SPPG dan markup pengadaan barang-barang yang tidak esensial.

Budiono mengapresiasi langkah tegas pemerintah yang mulai menciduk sejumlah petinggi BGN Pusat yang terlibat skandal ini.

Baca Juga: Respons Keluhan IGTKI, Bupati Sragen Pastikan Insentif Guru TK Jalan Terus

Jika praktik jual beli titik ini dibiarkan, jumlah dapur akan overload dan anggaran negara dipastikan jebol.

Imbasnya, BGN kini langsung mengunci portal pendaftaran dapur baru dan melakukan efisiensi besar-besaran.

”Efeknya sebenarnya bagus untuk memperbaiki tata kelola agar mitra tidak melihat ini sebagai murni bisnis, melainkan bagian dari menjalankan program negara," tandas Budiono. (din/adi)

Editor : Adi Pras
#ketua satgas mbg kabupaten sragen suroto #Mbg #sragen #Makan Bergizi Gratis #kejari sragen