RADARSOLO.COM – Suasana pagi di kawasan persawahan Patihan, Desa Taraman, Kecamatan Sidoharjo, Sragen mendadak gempar pada Senin (6/7/2026).
Seorang petani setempat, Paino Ripto Suwarno, 63, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di tengah lahan sawah miliknya sendiri sekitar pukul 07.04 WIB.
Saat ditemukan, warga Taraman RT 03 tersebut sudah mengalami kaku dengan bekas luka memar di bagian perut. Korban diduga kuat mengembuskan napas terakhir akibat tersengat aliran listrik.
Baca Juga: Pemkab Sragen Gelar Pengisian BPD Serentak, Segini Honor dan Fasilitas yang Didapat
Informasi yang dihimpun Radarsolo.com menyebutkan, peristiwa ini pertama kali direspons oleh Call Center PSC 119 Sukowati Kabupaten Sragen setelah mendapat laporan dari pihak Puskesmas Sidoharjo.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Responder langsung diterjunkan ke lokasi dengan menggunakan Ambulans Rescue Medic Alfa 06, lengkap dengan pengawalan dari unsur TNI, Polri, Inafis, PLN, serta jajaran relawan.
Proses evakuasi berlangsung dramatis lantaran posisi jenazah berada tepat di tengah area persawahan yang rencananya akan segera ditanami padi.
Baca Juga: Duh, 441 SDN di Karanganyar Kekurangan Guru: Disdikbud Cari Solusi Darurat
Menggunakan Ambulans Puskesmas Sidoharjo, jenazah korban akhirnya berhasil dievakuasi dan langsung dibawa ke rumah duka.
Sempat beredar kasak-kusuk di kalangan warga bahwa korban meninggal akibat jebakan tikus berlistrik yang kerap memicu polemik. Namun, spekulasi liar tersebut langsung ditepis oleh pihak pemerintah desa setempat.
Kepala Desa (Kades) Taraman, Anang Cahyono menjelaskan, korban murni mengalami kecelakaan kerja saat hendak memperbaiki fasilitas pengairan sawah miliknya, bukan karena jebakan tikus.
Baca Juga: Residivis Curanmor Kambuhan di Sragen Dibekuk, Satu dari Karanganyar Di-Dor Polisi
”Bukan karena jebakan tikus, melainkan kabel sumur sibel. Kemungkinan besar maksud almarhum ingin membenahi (sumur sibel) itu sendiri," terang Anang saat dikonfirmasi.
Anang juga menambahkan, saat ini wilayah persawahan di desanya baru saja memasuki masa pascapanen. Sehingga, secara logika tidak ada alasan bagi petani untuk memasang kawat jebakan tikus berarus listrik.
Setelah tiba di rumah duka, tim medis bersama pihak berwajib langsung melakukan prosedur visum luar. Hasil pemeriksaan memastikan tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban.
Baca Juga: Muscab Partai Demokrat Karanganyar Memanas: Petahana Mundur, Muncul Sosok Potensial
Usai proses identifikasi selesai, pihak kepolisian didampingi perangkat desa langsung menyerahkan jenazah almarhum Paino kepada pihak keluarga untuk segera dimakamkan. (din/adi)
Editor : Adi Pras