RADARSOLO.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen memberi sinyal hijau bagi Pengurus Kabupaten Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (Pengkab PTMSI) Sragen untuk memanfaatkan aset-aset daerah yang mangkrak untuk pembinaan atlet muda.
Wakil Bupati Sragen Suroto menjelaskan, gairah olahraga tenis meja harus digenjot dari level akar rumput.
Strategi terdekat adalah melakukan penetrasi ke lembaga pendidikan. Targetnya, minimal setiap sekolah di Sragen memiliki fasilitas meja pingpong.
Baca Juga: Petani di Sragen Meninggal Tersengat Kabel Sumur Sibel, Begini Kronologinya
”Kita punya semangat yang besar. Kita ingin menumbuhkan sistem agar anak cucu kita minimal di tiap sekolahan punya meja atau line pingpong. Olahraga ini menyehatkan, murah, dan meriah untuk kita semua,” ujar Suroto, Senin (6/7/2026).
Menjawab keluhan para atlet terkait tiadanya gedung pemusatan latihan resmi, Wabup Suroto langsung memberikan solusi konkret.
Dibanding membangun gedung baru yang memakan biaya besar, pemkab menawarkan opsi pemanfaatan bangunan nganggur.
Baca Juga: Duh, Karanganyar Tertinggi Kasus IMS Se-Jateng, Penyebaran Didominasi Faktor Ini
Salah satunya adalah eks gedung-gedung sekolah yang kini kosong akibat kebijakan penggabungan (regrouping).
”Sragen ini banyak sekali gedung yang masih longgar dan menganggur. Silakan ditunjuk mana (yang cocok). Nanti saya bersama Pak Wawan akan memanggil bagian aset daerah,” tegas Suroto.
Kendati demikian, orang nomor dua di Sragen ini memberikan catatan tebal terkait legalitas. Ia tidak ingin pemanfaatan aset tersebut memicu sengketa hukum di kemudian hari, terutama setelah dirinya purna tugas.
Baca Juga: Empat SDN di Karanganyar yang Krisis Murid Belum akan Di-Regrouping
”Harus ada kejelasan ini milik siapa dan digunakan siapa. Jangan sampai nanti di kemudian hari muncul masalah. Kita tidak ingin itu. Mari bangun Sragen seutuhnya,” bebernya.
Dawam, salah satu peserta turnamen tenis meja di Sragen mengaku sangat mendambakan adanya home base atau gedung latihan yang representatif.
Bukan sekadar urusan memburu trofi juara, Dawam memandang masifnya fasilitas tenis meja memiliki misi sosial yang jauh lebih besar bagi generasi muda Sragen.
Baca Juga: Berkas Kasus Penipuan Calo ASN dan Pegawai BUMD Karanganyar Dikirim ke Kejari, Tunggu Status Lengkap
”Kalau fasilitasnya ada dan kegiatannya masif, anak-anak muda punya wadah positif. Ini bisa jadi benteng efektif agar mereka tidak terjerumus ke aksi negatif, seperti balap liar hingga penyalahgunaan narkoba,” tandas Dawam. (din/adi)
Editor : Adi Pras